Ketum SMSI Pusat Resmikan Monumen Media Siber di Cilegon

2026-02-07T18:19:18.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002530585.jpg
Peresmian Monumen Media Siber Indonesia di Alun-Alun Kota Cilegon, Banten, Sabtu (7/2/2026).

CILEGON – Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, meresmikan Monumen Media Siber Indonesia di Alun-Alun Kota Cilegon, Banten, Sabtu (7/2/2026). Monumen tersebut menjadi simbol sejarah perjalanan dan perkembangan media digital atau siber di Indonesia.

Peresmian monumen dilakukan usai sambutan Ketua Umum SMSI Pusat sebagai momen bersejarah dalam rangka penguatan peran pers siber sebagai pilar transformasi komunikasi nasional.

Kehadiran Firdaus disambut sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Deti.

Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Cilegon atas dukungan dan penghargaan yang diberikan kepada SMSI, khususnya melalui pendirian Monumen Media Siber Indonesia.

“Ini adalah simbol sejarah dan legacy besar perjalanan media digital di tanah air yang kini hadir di Kota Cilegon. Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon atas apresiasi kepada rekan-rekan SMSI,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, Monumen Serikat Media Siber Indonesia bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol nilai perjuangan, warisan, serta kekuatan transformasi komunikasi di Indonesia.

Firdaus juga menekankan bahwa monumen tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan insan pers siber yang lahir dari kesunyian, dari perjalanan kecil yang penuh cinta dan pengabdian, hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.

“Kita terjun ke dunia pers bukan sekadar untuk bekerja, tetapi menjalani profesi mulia. Jurnalis bukan alat kekuasaan, melainkan cahaya bagi masyarakat. Jejak perjuangan media siber ini sangat panjang,” katanya.

Ia mengenang perjalanan sejak 2007, ketika media siber mulai hadir sebagai alternatif di tengah dominasi media cetak dan konglomerasi media besar. Saat itu, media online digagas sebagai ruang baru bagi partisipasi masyarakat.

Firdaus juga menyebut Cilegon memiliki peran strategis dalam perjalanan SMSI, bahkan menjadi salah satu fondasi awal sebelum organisasi tersebut berkembang ke seluruh penjuru Nusantara, termasuk Papua.

“Saat ini SMSI telah hadir di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dari jalan sunyi menjadi cahaya bagi kita semua. Alhamdulillah, kami tetap hidup di jalan jurnalistik,” ujarnya.

Ia berharap monumen tersebut dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi insan pers di Indonesia untuk menjaga profesionalisme, integritas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. (*)