Tuhu Bangun: Pondasi Operasional PTPN I Regional 7 Kuat

Eva Pardiana - Sabtu, 07 Februari 2026 18:10
Tuhu Bangun: Pondasi Operasional PTPN I Regional 7 KuatAcara pisah sambut Operation Head PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung, Kamis malam (5/2/2026). (sumber: PTPN I Regional 7)

BANDAR LAMPUNG – Dalam tiga tahun terakhir, kinerja operasional PTPN I Regional 7 dinilai cukup kuat. Hal itu tercermin dari indikator normatif perhitungan laba rugi yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2022, unit kerja PTPN I eks PTPN VII masih mencatatkan kerugian, namun pada 2023 berhasil membukukan laba cukup besar dan berlanjut hingga saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, saat memberikan sambutan pada acara pisah sambut Operation Head PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung, Kamis malam (5/2/2026). Dalam kesempatan itu, Operation Head Wiyoso yang memasuki masa purnatugas digantikan oleh Iyan Heryanto, sebelumnya menjabat Operation Head PTPN I Regional 2 di Bandung.

Tuhu Bangun mengapresiasi kinerja seluruh jajaran PTPN I Regional 7 yang mampu bangkit secara progresif dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran pemimpin lapangan yang bekerja keras, cerdas, dan memahami kondisi operasional.

“Di bawah komando lini lapangan yang kuat dan berdedikasi, kinerja tim akan menjadi solid dan progresif,” ujar Tuhu Bangun.

Atas nama manajemen regional dan seluruh karyawan, ia menyampaikan terima kasih kepada Wiyoso yang dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter dan dinamika PTPN I Regional 7.

“Kita tahu Pak Wiyoso adalah kader PTPN tulen. Sejak awal bergabung, beliau sudah berada di sini, dulu PTPN VII. Beliau paham betul bagaimana mengelola seluruh sumber daya sehingga perusahaan bisa bangkit dan bergerak cepat,” kata Tuhu Bangun.

Ia mengakui bahwa indikator keuangan juga terbantu oleh tren kenaikan harga komoditas karet sebagai bisnis utama PTPN I Regional 7. Namun, menurutnya, faktor harga tidak akan berdampak signifikan tanpa dukungan kinerja operasional produksi di lapangan.

“Empat tahun terakhir kita memang tertolong oleh kenaikan harga karet. Itu faktor eksternal. Namun, alhamdulillah, kita juga mampu menggenjot operasional produksi secara linier dan cepat. Di sini peran Pak Yos, sosok lapangan yang selalu membersamai para pejuang produksi, sangat terasa,” tambahnya.

Kepada Iyan Heryanto, Tuhu Bangun menyampaikan optimisme bahwa tren kinerja positif tersebut dapat terus berlanjut. Ia mengaku telah lama mengenal sosok Iyan sejak sama-sama bertugas di PTPN XIII.

“Selamat datang Pak Iyan Heryanto di Lampung, di PTPN I Regional 7. Saya mengenal kinerja beliau dengan baik. Kita akan bekerja sama dengan tim yang sudah terbentuk, dengan akselerasi yang lebih tinggi. Saya yakin kita bisa,” ujarnya.

Acara pisah sambut berlangsung hangat dan penuh haru. Seluruh tamu undangan yang hadir di GSG Komplek PTPN I Regional 7 menyampaikan salam perpisahan kepada Wiyoso. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat utama, antara lain Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, Business Support Head PTPN I Regional 7 Iskandar Dewantara, Ketua Umum IKBI PTPN I Regional 7 Nana Tuhu Bangun, para manajer kebun, kepala bagian, direktur anak perusahaan, pengurus SPPN VII, pengurus P3RI, serta pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wiyoso didampingi sang istri, Linda, menyampaikan pesan teknis terkait keberlanjutan bisnis perkebunan. Ia menegaskan bahwa bisnis agro sangat bergantung pada alam dan membutuhkan pengelolaan yang bijak.

“Bisnis agro bergantung pada alam. Maka, sayangi tanaman dengan sepenuh hati, niscaya alam akan menyayangi kita. Kedua, pemanfaatan kulit sadap harus sangat efisien karena itu adalah masa depan kita. Proyeksi replanting belum sepenuhnya jelas, sehingga apa yang ada harus dirawat dengan sungguh-sungguh demi keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.

Selain pesan teknis, Wiyoso juga menyampaikan kisah haru yang diselingi humor segar, hasil dari pengalamannya selama 27 tahun mengabdi di PTPN I Regional 7.

Sementara itu, dalam perkenalannya, Iyan Heryanto mengaku terhormat mendapat amanah sebagai Operation Head PTPN I Regional 7. Ia menyebut Regional 7 sebagai salah satu penopang utama keuangan PTPN I.

“Saya merasa terhormat menerima SK penugasan ini. Regional 7 adalah kapal induk PTPN I, dengan kontribusi pendapatan terbesar dari supporting company. Saya berterima kasih kepada Pak Wiyoso yang telah membangun pondasi kuat. Saya berkomitmen untuk melanjutkan dan memperkuatnya,” kata Iyan Heryanto.

Acara diawali dengan penyerahan cenderamata dari para karyawan kepada Wiyoso. Kepada Iyan Heryanto, manajemen menyampaikan ucapan selamat datang dengan pengalungan selendang tapis Lampung oleh Region Head dan Ketua Umum IKBI sebagai simbol optimisme dan kebersamaan. (*)

Bagikan

RELATED NEWS