Kekeringan di Sukarame, Kos-Kosan Batasi Penggunaan Air 3 Jam Sehari

2023-10-23T19:02:59.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

1000313387.jpg
Salah satu mahasiswa penghuni kos-kosan di dekat kampus UIN Raden Intan Lampung membuka keran air yang hanya mengalirkan sedikit air akibat kemarau panjang.

BANDAR LAMPUNG – Tiga bulan lebih musim kemarau melanda Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut menyebabkan kekeringan, salah satunya di Kecamatan Sukarame, khususnya kawasan dekat kampus Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Pantauan reporter Kabarsiger.com, pada Senin (23/10/23), sejumlah warga mengalami kekurangan pasokan air, terutama kawasan dekat kampus yang mayoritas adalah kos-kosan.

Mira, salah satu mahasiswa mengatakan kekeringan pasokan air sudah terjadi satu bulan terakhir. "Kurang lebih mulai September akhir, satu bulan yang lalu," katanya.

Akibat kekeringan yang melanda, pemilik kosan membatasi penggunaan air hanya 3 jam sehari, yakni di pagi hari mulai pukul 05.00 hingga 06.30 WIB. dan sore hari mulai jam 17.00 sampai 18.40 WIB.

Menurut Mira, karena kekeringan ini, penghuni kos-kosan diharuskan lebih menghemat penggunaan air agar persediaan air mencukupi hingga musim kemarau berakhir. Hal itu biasa mereka alami jika musim kemarau tiba

"Sebenarnya tidak ada dampak yang benar-benar menyulitkan penghuni kos. Karena saat musim kemarau tiba, pembatasan penggunaan air sering terjadi untuk penghematan air," ujarnya.

Warga Sukarame lainnya juga mengeluhkan kekeringan. Mereka berharap musim hujan segera tiba, sebab pasokan air semakin menipis.

"Iya, walaupun cuma beberapa daerah yang kering, dampaknya juga cuaca jadi panas bener. Sudah panas, air habis," ucap Okta, salah satu warga Gang Nusa Sukarame. (*)

Laporan: Rika Diah Azhari (Reporter Magang)