Gubernur Mirza Pimpin Gerakan Radin Inten Asri Jaga Pesisir Lampung

2026-07-10T17:33:09.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Gubernur Mirza Pimpin Gerakan Radin Inten Asri Jaga Pesisir Lampung.jpeg
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin gotong royong massal dalam puncak Gerakan Radin Inten Asri di Pantai Pasir Putih, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin gotong royong massal dalam puncak Gerakan Radin Inten Asri di Pantai Pasir Putih, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan budaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari.

Menurut Gubernur Mirza, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya melalui instruksi pemerintah, tetapi harus menjadi karakter masyarakat Lampung.

"Yang paling penting bukan tentang instruksinya, tapi bagaimana kita mengubah kebiasaan. Ingin menjaga kebersihan itu adalah bagian dari sifat-sifat kita, orang Lampung," ujarnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB itu merupakan bagian dari agenda Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga dan menata kawasan pesisir sebagai salah satu aset utama pariwisata daerah.

Gubernur menegaskan, pantai merupakan salah satu identitas Lampung yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

"Ketika orang menyebut Lampung, selain gajah, tentu yang diingat adalah pantai. Seluruh orang datang berwisata ke Lampung alasannya adalah melihat pantai," katanya.

Ia menjelaskan, penataan kawasan pesisir menjadi bagian dari visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

"Lampung bukan hanya maju di bidang infrastruktur. Tapi Lampung harus bersih, pesisirnya terjaga dengan indah, lingkungannya harus aman," ujar Gubernur.

Melalui Gerakan Radin Inten Asri, Pemerintah Provinsi Lampung juga ingin membangun masyarakat yang kompak, sehat, serta memiliki semangat gotong royong yang kuat. Filosofi "Asri" dalam gerakan tersebut merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan Kodam II/Sriwijaya melalui Korem 043/Garuda Hitam dan jajaran TNI dalam mendukung penataan kawasan pesisir. Gubernur menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dalam merevitalisasi kawasan Pantai Pasir Putih.

"Terima kasih kepada Pak Pangdam telah merevitalisasi Pasir Putih agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Lampung seperti 20 hingga 30 tahun yang lalu," ucapnya.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan kesiapan TNI untuk terus mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, lingkungan yang bersih memiliki hubungan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat serta dapat meningkatkan angka harapan hidup.

Pangdam juga menilai Pantai Pasir Putih memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Lampung. Karena itu, revitalisasi kawasan dilakukan agar destinasi wisata tersebut kembali menjadi kebanggaan masyarakat dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Ia berharap kawasan yang kini juga dikenal sebagai Raden Intan Beach dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sosial dan ruang interaksi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, unsur perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai komunitas yang bersama-sama membersihkan kawasan pesisir Pantai Pasir Putih.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam penataan kawasan pesisir diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus memperkuat kembali budaya gotong royong sebagai bagian dari karakter masyarakat Lampung. (pl)