Duta Bahasa Lampung 2026 Jadi Pelopor Pelestarian Bahasa

2026-05-24T22:40:23.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026
Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (23/5/2026).

BANDAR LAMPUNG – Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Lampung dan Ikatan Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Acara dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo.

Kegiatan itu dihadiri 20 finalis Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026, perwakilan instansi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi negeri dan swasta, media massa, sponsor, serta keluarga finalis.

Ketua panitia Pemilihan Duta Bahasa, Hasnawati Nasution, mengatakan seleksi Duta Bahasa Lampung 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan.

“Seleksi pertama adalah seleksi berkas dengan jumlah peserta yang lolos sebanyak 189 orang. Pada tahap seleksi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI peserta yang lolos sebanyak 76 orang. Selanjutnya, 20 peserta terbaik lolos menjadi finalis Duta Bahasa Lampung 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung yang diwakili Rima Ulfayanti menyampaikan bahwa pemilihan Duta Bahasa menjadi ruang bagi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi.

“Saya percaya bahwa seluruh finalis Duta Bahasa adalah anak-anak muda terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia,” katanya.

Dalam sambutannya, Ganjar Jationo menegaskan generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan, termasuk dalam penggunaan bahasa di media sosial.

“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung berbagai program pembinaan bahasa, sastra, dan literasi bagi generasi muda. Pembangunan daerah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pola pikir, dan budaya masyarakat,” tegasnya.

Sebelum penentuan juara, para finalis mengikuti berbagai tahapan penilaian, termasuk krida duta bahasa dan wawancara.

Pada tahap krida, finalis menciptakan berbagai inovasi pelestarian bahasa Lampung, seperti permainan menyusun kata beraksara Lampung, aplikasi berbasis Meta AI pada WhatsApp yang berfungsi sebagai kamus bahasa Lampung dan pusat informasi budaya Lampung, serta kartu aksara Lampung untuk pengguna tunanetra.

Tahapan wawancara dinilai oleh sejumlah juri dari berbagai bidang, yakni M. Safik Eka Saputra, Dharma Setyawan, Fadlan Satria, Hasnawati Nasution, serta pemenang Terbaik I Duta Bahasa 2025, M. Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari.

Materi wawancara meliputi kemampuan berbicara di depan publik, bernalar kritis, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta pemahaman mengenai tanggung jawab sebagai duta bahasa.

Berdasarkan hasil penilaian, Galih Widhia Putra dari Institut Teknologi Sumatra dan Geri Melda Rina, alumnus Universitas Lampung, dinobatkan sebagai Terbaik I Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 kategori putra dan putri.

Selain itu, panitia juga menetapkan sejumlah penghargaan lain, seperti Duta Emas, Duta Multimedia, dan Duta Berbakat kepada para finalis terbaik.

Melalui kegiatan ini, Duta Bahasa Lampung 2026 diharapkan mampu menjadi pelopor generasi muda dalam pelestarian bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta penguatan literasi di Provinsi Lampung. (*)