BEI Dukung PINTAR Reksa Dana Tingkatkan Inklusi Pasar Modal
Yunike Purnama - Selasa, 19 Mei 2026 18:55
OJK bersama BEI gelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2026 di Grand Mercure pada Selasa (19/5). (sumber: Yunike Purnama/Kabarsiger)BANDARLAMPUNG - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendukung Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) yang diluncurkan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Program PINTAR Reksadana hadir sejak April 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperdalam pasar modal. Ini juga merupakan strategi untuk merespons pesatnya pertumbuhan investor muda sekaligus memberikan solusi atas rendahnya kedisiplinan investasi di masyarakat.
“BEI mendukung penuh inisiatif hadirnya PINTAR Reksa Dana sebagai langkah untuk mempercepat inklusi investasi, memperluas akses, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan program ini diharapkan dapat mendorong budaya investasi rutin yang sehat,”ujar Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Lampung Hendi Prayogi saat sosialisasi dan edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2026 di Grand Mercure pada Selasa (19/5).
Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi Indonesia Mauldy R Makmur mengatakan, program PINTAR Reksa Dana ini dirancang untuk membangun kebiasaan investasi rutin yang lebih terstruktur dan terjangkau. Melalui skema investasi berkala, masyarakat diharapkan dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil namun konsisten, sehingga memperluas basis investor domestik.
“Program ini mengusung konsep investasi terencana dan berkala dengan mekanisme dollar-cost averaging (DCA) dengan fitur autodebet, masyarakat didorong menyisihkan penghasilan secara konsisten tanpa harus khawatir menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar,”ujar Mauldy.
PINTAR Reksa Dana juga memperkuat ekosistem industri dengan melibatkan 30 manajer investasi serta 26 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).
Data OJK nasional menunjukkan jumlah investor pasar modal telah mencapai 21 juta orang hingga awal 2026. Meski demikian, angka tersebut baru sekitar 10 persen dari total populasi usia produktif di Indonesia.
Mayoritas investor saat ini didominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun. Untuk itu, program ini menghadirkan segmen khusus bertajuk “Pintar Reksadana Si Muda Investasiku” yang menyasar pemuda usia 18 hingga 20 tahun, dengan fitur bebas biaya transaksi melalui bank mitra.
- by.U Hadirkan Paket Super Kaget dengan Kuota Variatif
- Korea Kaja Vol.3 Perkuat Koneksi by.U dan Gen Z
- PTPN I (Persero) Targetkan Ekspor Tembakau ke Rusia-China di 2026
- PTPN I (Persero) Siapkan Lahan Bawang Putih di Kebun Teh Gedeh
Jumlah Investor Pasar Modal di Lampung Terus Meningkat
Hendi juga menjelaskan, minat masyarakat Provinsi Lampung untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari IDClear dan KSEI per April 2026 mencatat jumlah total investor pasar modal di Lampung telah mencapai 673.737 orang, naik 45,31% dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 463.657 orang.
Pertumbuhan ini berjalan stabil sejak tahun 2023. Saat itu, jumlah investor tercatat sebanyak 293.141 orang, lalu tumbuh 6,89% menjadi 313.328 orang pada 2024, dan melonjak 47,98% pada 2025.
“Dari sisi penambahan jumlah investor baru, tahun 2024 menjadi periode dengan kenaikan tertinggi, yakni sebanyak 207.133 orang, diikuti periode April 2026 dengan penambahan 210.080 investor baru,”ujar Hendi.
Hal serupa juga terlihat pada perkembangan investor saham. Jumlah investor saham di Lampung kini mencapai 208.423 orang pada April 2026, meningkat 12,22% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 185.728 orang. Pertumbuhan paling tajam terjadi pada 2025, dengan kenaikan 50,63% dari 123.299 orang di 2024. Adapun penambahan investor saham baru terbanyak tercatat pada 2025, mencapai 62.429 orang.
Berdasarkan profil usia, mayoritas investor di Lampung adalah generasi muda. Kelompok usia 18–25 tahun mendominasi dengan persentase 38,4%, diikuti kelompok usia 26–30 tahun sebesar 26,3%, usia 31–40 tahun 22,2%, dan kelompok usia 41 tahun ke atas sebesar 13,1%.
Ditinjau dari jenis pekerjaan, karyawan swasta menjadi kelompok terbesar pelaku investasi di pasar modal, mencapai 35%. Posisi kedua ditempati pengusaha sebesar 18%, disusul pelajar/mahasiswa 17%, ibu rumah tangga 5%, pegawai negeri sipil 4%, guru 2%, serta anggota TNI/Polri sebesar 1%.
Data ini menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat Lampung terhadap investasi pasar modal semakin meluas, terutama di kalangan anak muda dan pekerja sektor swasta, yang menjadikan pasar modal sebagai salah satu sarana pengelolaan keuangan yang diminati. (*)

