Bupati Egi: Karakter Tak Tergantikan di Era AI

2026-04-04T16:35:28.000Z

Penulis:Eva Pardiana

bela negara.jpg
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka Pelatihan Persami dan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 di Lapangan Perikesit Makodim 0421/Lampung Selatan, Sabtu (4/4/2026).

LAMPUNG SELATAN — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya karakter dan nasionalisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Persami dan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 di Lapangan Perikesit Makodim 0421/Lampung Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Dalam sambutannya, Egi menyebut pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana strategis untuk membentuk karakter generasi muda agar tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalis.

“Pelatihan ini adalah ruang pembentukan karakter. Kalian adalah generasi harapan bangsa yang harus memiliki daya tahan, daya juang, dan daya pikir yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan besar akibat perkembangan teknologi, di mana berbagai pekerjaan mulai tergantikan oleh mesin dan AI. Namun, menurutnya, ada nilai mendasar yang tidak akan tergantikan.

“Karakter nasionalisme adalah hal yang tidak bisa digantikan dengan robot. Tapi kemampuan hard skill yang bersifat rasional sangat mudah digantikan oleh Artificial Intelligence,” kata Egi.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 71 putra dan 29 putri yang merupakan perwakilan dari 19 SMA/SMK sederajat di Lampung Selatan.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat, ditandai dengan penyematan tanda pelatih dan peserta sebagai simbol dimulainya pelatihan.

Egi berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap nilai-nilai yang diajarkan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav Moch. Nuril Ambiyah, menegaskan pentingnya pembinaan mental bagi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa. Menurutnya, proses pelatihan yang penuh tantangan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

“Orang hebat bukan yang tidak pernah lelah, tetapi yang mampu bertahan saat lelah. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan generasi yang kuat mentalnya, disiplin, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, berintegritas, dan siap membawa perubahan positif bagi bangsa di masa depan. (*)