BI Perkirakan Inflasi Tahun Ini Terkendali di Bawah 4%

2023-01-03T21:48:05.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi logo Bank Indonesia.
Ilustrasi logo Bank Indonesia.

BANDAR LAMPUNG - Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan inflasi pada tahun ini dapat kembali pada kisaran 2% - 4%. Hal ini seiring dengan realisasi inflasi pada akhir tahun lalu lebih rendah dari perkiraan BI.

"Tekanan inflasi 2022 yang lebih rendah dari prakiraan awal akan berdampak positif pada prospek inflasi 2023 yang diperkirakan kembali ke sasaran 3,0 plus minus 1 persen," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Selasa, 3 Januari 2023.

Sementara itu, inflasi inti 2022 tetap terjaga rendah sebesar 3,36% yoy, sejalan dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.

"Sementara Inflasi volatile food 2022 juga terkendali 5,61% yoy sebagai hasil sinergi dan koordinasi kebijakan pengendalian inflasi," kata Erwin.

Adapun hasil tersebut berkat koordinasi dari Tim Pengendalian Inflasi Pusat-Daerah (TPIP-TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif.

Sementara itu, kenaikan inflasi administered prices menjadi 13,34% yoy, juga tidak setinggi yang diperkirakan. Sejalan dengan penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan yang lebih rendah.

Adapun perkembangan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2022 cukup terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi IHK pada Desember 2022 tercatat menjadi 0,66% (month to month/mtm) sehingga inflasi IHK 2022 menjadi 5,51%.

"Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan inflasi IHK 2021 sebesar 1,87% (yoy) dan lebih tinggi dari sasaran 3,0 plus minus 1 persen, terutama dipengaruhi oleh dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi pada September 2022," ujar Erwin.

Berbagai perkembangan bulanan menunjukkan inflasi pasca kenaikan harga BBM kembali terkendali tercermin pada ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi yang terus menurun dan lebih rendah dari prakiraan awal.

Menurut Erwin, perkembangan inflasi IHK yang terkendali tidak terlepas dari pengaruh positif dari sinergi kebijakan yang makin erat antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai mitra strategis dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.

Ke depan, BI akan terus memperkuat respons kebijakan guna memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1%. Koordinasi kebijakan juga terus diperkuat.

"Dalam kaitan ini, koordinasi dalam TPIP dan TPID terus dilanjutkan melalui penguatan program GNPIP di berbagai daerah," pungkasnya. (*)