Besok OAIL ITERA Akan Amati Hilal Ramadan 1444, Terbuka untuk Umum

2023-03-21T05:54:01.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

oail itera hilal ramadan.jpg
OAIL ITERA Akan Amati Hilal Ramadan 1444

LAMPUNG SELATAN – Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) Institut Teknologi Sumatera, akan melakukan pengamatan hilal Ramadan 1444 Hijriah di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG ITERA, Rabu, 22 Maret 2023.

Pengamatan akan dilakukan oleh tim OAIL menggunakan Teleskop Robotik OZT ALTS yaitu refraktor triplet apokromat dengan diameter 152 mm dengan panjang fokus 1200 mm dan detektor kamera CCD monokrom berkecepatan tinggi dengan filter inframerah, dan kamera CMOS berwarna.

Teleskop OZT merupakan teleskop canggih buatan perusahaan produsen teleskop robotic asal Jerman, ASTELCO yang diberikan melalui bantuan Pemerintah Arab Saudi. Teleskop yang akan digunakan sebagai pusat pengamatan bulan internasional tersebut hanya ada 14 buah di dunia, dan salah satunya di kampus ITERA.

Kepala Pusat OAIL Moedji Raharto, menyampaikan selain Teleskop OZT, tim juga akan menggunakan empat teleskop portabel Barride Optics A-102 (diameter 102 mm, fokus 900 mm) untuk digunakan oleh peserta kegiatan selama proses pengamatan hilal. OAIL juga akan mengundang perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, beberapa perwakilan dari organisasi masyarakat, serta mahasiswa ITERA.

“Kami juga  akan membuka pengamatan hilal Ramadan ini untuk umum, bagi masyarakat yang berminat silakan hadir dengan melakukan pendaftaran,” ujar Moedji melalui siaran resmi, Selasa, 21 Maret 2023.

Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti pengamatan juga diimbau untuk mengisi formulir pendaftaran yang disiapkan melalui bit.ly/hilal-ramadhan-1444h-itera untuk mendaftar.

OAIL juga akan melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui media sosial instagram @oail.itera.

Moedji menjelaskan pengamatan hilal Ramadan dilakukan dengan mengikuti penanggalan awal bulan Hijriah yang ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat Matahari tenggelam pada tanggal 29 bulan Hijriah. Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati, maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pada tahun ini, 29 Sya’ban 1444 H bertepatan pada tanggal 22 Maret 2023. Konjungsi toposentrik terjadi pada tanggal 22 Maret 2023 pada pukul 00.15 WIB. Pada saat Matahari terbenam di ITERA pada pukul 18:10 WIB, bulan akan berada di atas horizon barat dengan umur Bulan 17 jam 15 menit.

Dari perhitungan yang dilakukan oleh tim OAIL, ketinggian bulan pada saat Matahari tenggelam sudah mencapai +07°:34':31" dan azimut Bulan sebesar +273°:33':16", dengan beda azimut +03°:02':12" dari lokasi Matahari terbenam, dengan elongasi sebesar +09°:13':36".

“Hilal ini kemungkinan akan cukup tipis, akan tetapi dapat terlihat dengan alat bantu. Melihat dari posisi hilal, sudah memungkinkan dideteksi dengan teleskop bila cuaca cerah,” ujar Moedji.

Penentuan awal bulan Ramadhan 1444 H akan tetap mengikuti ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui sidang isbat yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama.

Moedji menyampaikan OAIL telah melaksanakan pengamatan hilal sejak tahun 2017. OAIL menjadi salah satu pusat pengamatan hilal di Indonesia dan selalu berkomitmen untuk tetap melayani permintaan masyarakat mengenai adanya pengamatan hilal di ITERA.

“Semoga pengamatan berjalan dengan lancar, dan langit yang cerah dapat menyertai kegiatan ini, serta dapat mengabadikan citra hilal,” ujar Moedji. (*)