Inflasi Lampung
Penulis:Yunike Purnama

BANDARLAMPUNG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menggelar Capacity Building untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik, khususnya dalam penulisan berita ekonomi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengatakan media merupakan mitra strategis BI dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada publik.
“Media menjadi kepanjangan tangan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Bagaimana bahasa ekonomi bisa disederhanakan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Melalui capacity building ini kami berharap rekan-rekan media dapat menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berbobot, berimbang, serta didukung validasi data yang benar, khususnya terkait isu ekonomi,” ujar Achmad saat membuka acara di Grand Elty Lampung Selatan, Jumat(10/7).
Dalam kegiatan ini hadir narasumber dari Dewan Pers Abdul Manan yang juga merupakan redaktur utama majalah Tempo. Ia memaparkan mengenai karakteristik jurnalisme ekonomi yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat.
Narasumber menekankan bahwa pemberitaan ekonomi membutuhkan kehati-hatian karena informasi yang tidak disampaikan secara tepat, seperti isu penutupan perbankan, dapat memicu keresahan publik.
“Jurnalis ekonomi tidak hanya bertugas menyampaikan fakta, tetapi juga memiliki tanggung jawab etis untuk memberikan informasi, mendorong transparansi, meminta pertanggungjawaban pihak terkait, serta membantu masyarakat memahami isu ekonomi yang kompleks,” papar Abdul Manan.
Materi pelatihan juga membahas kode etik jurnalistik internasional dari Society of Professional Journalists (SPJ), yaitu mencari dan melaporkan kebenaran (seek truth and report it), meminimalkan dampak negatif (minimize harm), bersikap independen (act independently), serta bertanggung jawab dan transparan (be accountable and transparent).
Selain itu, peserta diingatkan pentingnya prinsip jurnalistik dalam peliputan ekonomi, seperti akurasi, independensi, keberimbangan dengan sumber valid, menghindari penyalahgunaan profesi, dan menjaga akuntabilitas.
Melalui kegiatan ini, BI Lampung berharap kualitas pemberitaan ekonomi di daerah semakin meningkat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel dan mudah dipahami dalam mengambil keputusan ekonomi. (*)