Tim PkM Itera Latih Warga Pahawang Olah Limbah Pertanian Jadi Pupuk Organik

Eva Pardiana - Kamis, 09 Juli 2026 17:06
Tim PkM Itera Latih Warga Pahawang Olah Limbah Pertanian Jadi Pupuk OrganikTim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sosialisasi dan workshop pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian di Dusun Jelarangan, Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Rabu (8/7/2026). (sumber: Dok. Tim PkM Itera)

PESAWARAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sosialisasi dan workshop pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian di Dusun Jelarangan, Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian di Desa Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran yang berlangsung pada Mei hingga Desember 2026.

Program tersebut menyasar masyarakat yang berprofesi sebagai petani dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bernilai guna. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Elsa Windiastuti, S.TP., M.Si., mengatakan pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan limbah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan limbah pertanian, manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah, serta praktik langsung pembuatan pupuk organik menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui perpaduan teori dan praktik, masyarakat diharapkan mampu menerapkan teknologi sederhana tersebut secara mandiri, baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani.

Pelaksanaan program ini menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan potensi lokal. Hingga Desember 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap penerapan pembuatan pupuk organik oleh masyarakat.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya para petani, mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bermanfaat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat Itera yang telah memilih Desa Pulau Pahawang sebagai lokasi kegiatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua BUMDes Pulau Pahawang, Nasrudin. Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi program berkelanjutan sehingga masyarakat mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri.

"Ke depan, BUMDes siap mendukung pengembangan kegiatan ini agar memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat Desa Pulau Pahawang," katanya.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Itera berharap masyarakat Desa Pulau Pahawang semakin mandiri dalam mengelola limbah pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan. (*)

Tags Itera for SumatraBagikan

RELATED NEWS