Asah Bakat di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Narkotika Ini Terampil Membuat Miniatur Perahu

2022-02-04T22:40:47.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

WhatsApp Image 2022-02-04 at 1.21.17 PM (1).jpeg
Siswanto, salah satu warga binaan terampil yang mampu menghasilkan karya indah miniatur perahu.

BANDARLAMPUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandarlampung memfasilitasi warga binaan untuk mengembangkan minat dan bakat.

Hal itu sebagai upaya menciptakan narapidana yang terampil. Salah satunya, kelompok warga binaan yang terampil membuat miniatur perahu hingga bangunan masjid.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Porman Siregar mengungkapkan kegiatan keterampilan ini difasilitasi oleh jajarannya pada bagian Bimbingan dan Kegiatan Kerja.

"Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung diberikan wadah dalam hal pembinaan kemandirian khususnya kerajinan tangan membuat miniatur perahu dan lain sebagainya,” ungkap Porman, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, pendekatan humanis merupakan salah satu cara yang digunakan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung untuk mengetahui minat dan bakat yang mereka punya.

"Melalui sentuhan kemanusiaan, seseorang akan mudah untuk dimotivasi dan dibina ke arah yang lebih baik,” tambah Porman.

Salah satu narapidana terampil yang mampu menghasilkan karya indah miniatur perahu adalah Siswanto. Meski terkurung jeruji besi, tak menyurutkan semangatnya mengasah bakat. Ia mengaku sudah dua tahun terakhir menekuni kegiatan ini. 

Warga binaan Lapas Narkotika Bandarlampung mengasah keterampilan dari balik jeruji.

“Ketika masuk dan menjadi warga binaan Lapas Narkotika Bandarlampung, kami diarahkan untuk memilih minat dan bakat yang kami miliki. Setelah saya melihat kegiatan yang ada saya tertarik menekuni kerajinan tangan,” ujarnya.

Selain dapat mengisi waktu luang, kegiatan kerja yang ia tekuni itu dapat menambah produktivitas bahkan menghasilkan pemasukan untuk dirinya.

"Alhamdulillah selama saya menjalani masa hukuman ini saya bisa mengembangkan bakat dan juga kerajinan tangan ini nantinya bisa dijual serta dipasarkan keluar Lapas oleh petugas yang ada di sini,” ujarnya.

Diketahui, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung memiliki galeri khusus hasil karya warga binaan dan juga beberapa kali mengikuti acara pameran hasil karya warga binaan yang digelar setiap tahunnya. Hasil karya-karya tersebut diperjualbelikan kepada petugas atau bahkan masyarakat luas.

“Seluruh hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh warga binaan ini dapat dibeli termasuk karya miniatur perahu, masjid dan juga bisa custom sesuai permintaan,” ucap Kasubsi Sarana Kerja Ahmad Mirza saat ditemui di Galeri Hasil Karya Warga Binaan.

Harga yang ditawarkan beragam mulai dari harga Rp50 ribu hingga Rp250 ribu. ”Harga disesuaikan dengan bahan baku yang dipakai, mulai dari kayu, bambu hingga besi,” tuturnya.

Dimulai dari lingkup para petugas dan juga warga binaan, pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Bandarlampung berharap hasil karya narapidana ini dapat dikenal dan diminati masyarakat luas. (*)