206 Pertashop di Lampung Wujud Sinergi BUMN dan BUMDes Dorong Ekonomi Desa

2021-10-16T19:47:38.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

IMG-20211016-WA0057.jpg
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Sosialisasi Nasional Program Percepatan Implementasi Pertashop, di Ballroom Hotel Radisson, Bandarlampung, Sabtu (16/10/2021).

BANDARLAMPUNG – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kehadiran Pertashop di desa merupakan wujud sinergi BUMN dan BUMDes dalam mendorong perekonomian di wilayah perdesaan. Hingga saat ini telah ada 1.033 Pertashop di Sumatra dan 206 Pertashop di Provinsi Lampung.

Erick berharap program-program yang ada di Sumatra bisa mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak terus terjebak dalam Jakarta sentris atau Jawa sentris.

"Sumatera harus bangkit dan harus punya kekuatan sendiri, saya juga memberanikan diri bagaimana kita terus menggulirkan program-program baik itu di infrastruktur, pertanian dan wisata lokal untuk ditingkatkan," ujar Erick dalam acara Sosialisasi Nasional Program Percepatan Implementasi Pertashop, di Ballroom Hotel Radisson, Bandarlampung, Sabtu (16/10/2021).

Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan upaya Pemprov Lampung mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui sinergi BUMN dan BUMDes dihadapan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi Pemprov Lampung terus membuat terobosan baru berupa program-program unggulan yang menyinergikan BUMDes dan BUMN," papar Arinal

Arinal memaparkan Lampung terdiri 2.435 desa dengan jumlah BUMDes sebanyak 2.155. BUMDes yang sudah teregistrasi di Kementerian Desa PDTT sebanyak 1.707. Sementara 898 BUMDes dalam proses pendaftaran badan hukum di Kemenkumham. Di Lampung terdapat 5 BUMDes bersama dan 3 kawasan perdesaan prioritas nasional.

Menurut Arinal jumlah penduduk 9,5 juta orang dan konsumsi BBM yang tinggi menjadi potensi yang besar jika BUMDes dan Desa Mart dapat ikut serta pada dalam bisnis Pertashop yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian BUMN dan PT Pertamina.

Foto: Adpim Pemprov Lampung

Ia mengatakan kehadiran Pertashop di desa, selain menjamin ketersediaan dan distribusi BBM juga untuk pemerataan ekonomi dan peluang usaha. Sehingga akan membuka lapangan kerja dan pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

"Ini penting,  terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, dimana dampaknya bukan hanya di sektor kesehatan saja, tetapi juga di sektor ekonomi," ujarnya.

Arinal mengatakan Pertashop merupakan perwujudan keseriusan pemerintah dalam membangun desa, menggeliatkan perekonomian desa, mendekatkan pelayanan BBM berkualitas ke desa supaya masyarakat bisa menikmati harga seperti SPBU dan kualitas produk serta takaran sama dengan SPBU.

"Manajemen keuangan Pertashop harus dikelola dengan baik, transparan dan akutanbel. Dengan demikian keberadaan Pertashop ini benar-benar memberikan manfaat yang maksimal. Bisa berkembang, sukses dan menjadi sumber kemakmuran dan kesejahteraan warga.  jika pengelolaannya berhasil, ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang wilayahnya jauh dari SPBU," katanya.

Ia berharap Pertashop dan Pertamina Retail (pelumas dan gas elpiji) ini akan mendorong perkembangan UMKM, Desa Mart, dan Warung Desa sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi baru.

Arinal juga berpesan kepada jajaran Pemerintah Desa, BUMDes dan masyarakat agar ikut menjaga, karena Pertashop adalah objek vital desa.

"BUMDes harus profesional, transparan dalam mengelola bidang usaha agar pertashop bisa tumbuh berkembang secara optimal," ujarnya. (*)