UIN RIL Teguhkan Komitmen Kebangsaan pada Peringatan Hari Lahir Pancasila
Eva Pardiana - Senin, 01 Juni 2026 09:41
UIN Raden Intan Lampung (RIL) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Rektorat Gedung Academic and Research Center, Senin (1/6/2026). (sumber: UIN RIL)BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Rektorat Gedung Academic and Research Center, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta tenaga keamanan di lingkungan kampus.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," ujarnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia." Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Pancasila merupakan "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga keutuhan bangsa. Di tengah berbagai tantangan global dan ancaman fragmentasi, Indonesia dinilai tetap mampu berdiri kokoh sebagai negara yang mempersatukan keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan.
Selain itu, Pancasila disebut sebagai "jangkar moral" bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik global.
Pidato tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa landasan moral berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol maupun teks dalam buku sejarah.
Nilai-nilai Pancasila juga diharapkan menjadi landasan dalam setiap kebijakan publik agar mampu mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat, melindungi hak-hak kelompok rentan, serta memperkuat upaya melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.
"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Pada kesempatan yang sama, yang masih berada dalam suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rektor UIN Raden Intan Lampung juga menyampaikan ucapan selamat Iduladha kepada seluruh sivitas akademika.
Ia turut mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga kampus yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas serta membawa keberkahan bagi masyarakat dan keluarga besar UIN Raden Intan Lampung. (ril)

