UIN Raden Intan dan UIN Bengkulu Perkuat Kolaborasi Tridarma Perguruan Tinggi
Eva Pardiana - Selasa, 30 Juni 2026 21:13
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dan UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Sidang Pascasarjana UIN RIL, Selasa (30/6/2026). (sumber: Humas UIN RIL)BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dan UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Sidang Pascasarjana UIN RIL, Selasa (30/6/2026).
Nota Kesepahaman ditandatangani Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Bambang Budiwiranto, Ph.D., bersama Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A., dengan Wakil Rektor III UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rahmat Ramdhani, M.Sos.I. PKS juga ditandatangani Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., bersama Dekan Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Iim Fahimah, Lc., M.A.
Dalam sambutannya, Bambang Budiwiranto mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terjalin sebelumnya dan diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
- PLN Dorong UMKM Go Digital Lewat Workshop Katalog Produk Profesional
- Insan PLN UID Lampung Tekan Emisi 5.532 kgCO2e Lewat Clean Energy Day
- PLN UP3 Pringsewu Rayakan Hari Lingkungan Hidup dengan Berbagai Aksi Nyata
Ia menegaskan bahwa kesepahaman yang telah ditandatangani tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata, melainkan harus diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
"Kita berharap MoU ini menjadi working MoU, bukan sleeping MoU. Jadi tidak hanya berhenti pada penandatanganan di atas kertas, tetapi benar-benar melahirkan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi kedua perguruan tinggi," ujarnya.
Bambang juga memaparkan sejumlah perkembangan di UIN Raden Intan Lampung yang berpotensi menjadi ruang kolaborasi bersama. Salah satunya adalah proses finalisasi pendirian Fakultas Kedokteran yang saat ini tengah diselesaikan.
Menurutnya, proses pembukaan Fakultas Kedokteran memerlukan tahapan yang panjang dan kompleks sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi bahan berbagi informasi dengan perguruan tinggi lain.
Ia juga mengusulkan sejumlah bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan, di antaranya penguatan jejaring akademik, pertukaran dosen (guest lecturer), berbagi pengalaman dalam tata kelola perguruan tinggi, hingga pengembangan pusat studi kebencanaan.
Selain itu, Bambang menilai pengalaman UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam proses akreditasi perpustakaan dapat menjadi referensi bagi UIN Raden Intan Lampung yang saat ini juga tengah mempersiapkan akreditasi perpustakaan.
"Saya pikir ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Kita bisa saling belajar, bahkan mengirimkan tim untuk melihat praktik-praktik baik yang telah dilakukan," katanya.
Menurut Bambang, program pertukaran dosen yang selama ini banyak dilakukan dengan perguruan tinggi luar negeri juga perlu diperluas antarsesama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Sumatera guna memperkuat jejaring akademik di kawasan.
Ia juga mengajak PTKIN di Sumatera menggagas pembentukan pusat studi kebencanaan mengingat wilayah Sumatera berada di kawasan rawan bencana. Pusat studi tersebut diharapkan menjadi wadah pengembangan pengetahuan, mitigasi bencana, penguatan kapasitas relawan, hingga membuka peluang kerja sama dengan lembaga internasional.
Dalam kesempatan itu, Bambang turut menyampaikan capaian UIN Raden Intan Lampung yang berhasil meningkatkan posisi pada pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings dari kelompok peringkat 1001–1200 menjadi 801–1000.
Sementara itu, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Khairuddin, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kedekatan geografis kedua perguruan tinggi menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi.
Ia menegaskan bahwa PTKIN tidak seharusnya saling bersaing, melainkan membangun kemitraan sebagaimana arahan Menteri Agama, yaitu saling berbagi informasi, pengalaman, dan praktik baik demi kemajuan bersama.
- Jasa Raharja Wujudkan Lingkungan Kerja Produktif dan Bebas Narkoba
- PTPN I Regional 7 Tolak Sertifikasi Lahan 329,713 Ha di Tamansari Pesawaran
- Pentingnya Memilih Toko Emas Terpercaya
"Yang ada bukan persaingan, tetapi kemitraan dan kolaborasi. Yang memiliki informasi dan pengalaman penting harus dibagikan kepada PTKIN lainnya sehingga kita bisa maju bersama," ujarnya.
Khairuddin juga berharap forum kerja sama PTKIN se-Sumatera yang sempat berjalan beberapa tahun lalu dapat diaktifkan kembali agar komunikasi dan sinergi antarkampus semakin kuat.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat bidang akademik, penelitian, dan pengembangan keilmuan, tetapi juga membawa nilai-nilai spiritual yang menjadi karakter khas perguruan tinggi keagamaan Islam.
"Kami berharap kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan menghasilkan berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas PTKIN," katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan di lingkungan UIN Raden Intan Lampung, di antaranya para dekan dan wakil dekan, Ketua LP2M, para ketua dan sekretaris program studi Pascasarjana, Ketua Tim Humas dan Kerja Sama, serta Kepala Subbagian Pascasarjana. (ril)

