SPEC 7.0 UIN RIL Dorong Peran Pemuda Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan
Eva Pardiana - Selasa, 05 Mei 2026 14:33
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (HMJ PBI) atau English Student Association (ESA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali menggelar Spectacular English Competition (SPEC) 7.0. (sumber: Humas UIN RIL)BANDAR LAMPUNG – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (HMJ PBI) atau English Student Association (ESA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali menggelar Spectacular English Competition (SPEC) 7.0. Kompetisi tingkat Provinsi Lampung tersebut mengusung tema Empowering Youth Voices Through Spectacular English Competition to Take Action and Accelerate a Sustainable Future, Selasa (5/5/2026)
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung yang dinilai mampu mendorong lahirnya ide-ide kreatif dari kalangan generasi muda.
Menurut Meiry, perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kemampuan, sekaligus mengasah keberanian dalam menyampaikan gagasan. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan tantangan saat ini, ketika pemuda dituntut tidak hanya memiliki suara, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata.
"Anak muda harus punya suara, dan suara itu harus berdampak. Dunia saat ini penuh tantangan, dan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut andil di dalamnya," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa global yang menjadi salah satu modal utama dalam menghadapi persaingan di masa depan. Menurutnya, kemenangan dalam kompetisi merupakan nilai tambah, sedangkan pengalaman, jejaring, dan proses belajar menjadi bekal yang jauh lebih berharga.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi seperti yang dilakukan UIN Raden Intan Lampung dalam menyiapkan generasi unggul yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan daya saing global.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FTK UIN Raden Intan Lampung, Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., turut mengapresiasi terselenggaranya kompetisi tingkat provinsi tersebut. Di hadapan peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa se-Provinsi Lampung, ia juga memaparkan sejumlah capaian UIN Raden Intan Lampung sebagai motivasi untuk terus berprestasi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung, M. Ridho Kholid, S.S., M.Pd., berharap SPEC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kolaborasi antarpeserta yang dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Senada dengan itu, Ketua HMJ PBI, Wadja Fadhlika, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi melalui kreativitas dan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan SPEC 7.0 dalam rangka dies natalis HMJ PBI menjadi momentum bagi mahasiswa untuk terus berkembang sekaligus mengharumkan nama institusi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana SPEC 7.0, Irham Ikhsanul Arifin, menyampaikan bahwa rangkaian kompetisi diikuti ratusan peserta dari berbagai kategori.
Kompetisi meliputi lomba speech tingkat SMA yang diikuti 31 peserta, speech tingkat perguruan tinggi sebanyak 28 peserta, storytelling tingkat SMA sebanyak 16 peserta, solo song sebanyak 22 peserta, debate tingkat perguruan tinggi yang diikuti empat tim atau 12 peserta, design poster sebanyak 24 peserta, English Ambassador sebanyak 38 peserta, serta kompetisi futsal yang diikuti 17 tim. (ril)

