Pelaku Laundry Bandar Lampung Hemat hingga 70% Pakai Gas PGN
Eva Pardiana - Senin, 29 Desember 2025 12:38
Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) PGN Lampung semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha laundry. (sumber: PGN Lampung)BANDAR LAMPUNG — Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) PGN Lampung semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha laundry. Dua pelaku usaha, yakni D’Noti Laundry dan Acen Laundry, secara terbuka menyampaikan testimoni terkait efisiensi biaya dan kemudahan operasional setelah beralih menggunakan gas bumi dari PGN.
Pemilik D’Noti Laundry, Heri Harnoto, mengungkapkan bahwa penggunaan gas bumi memberikan penghematan signifikan bagi usahanya. Sebelum menggunakan PGN, ia menghabiskan sekitar 20 tabung LPG 12 kg per bulan dengan biaya mencapai Rp4 juta. Setelah beralih ke gas bumi PGN, biaya maksimal bulanan hanya berkisar Rp3,3 juta, meski kapasitas produksi meningkat hingga 150 kilogram cucian per hari.
“Perbedaannya sangat jauh. Setelah pakai PGN, bisa hemat antara Rp700 ribu sampai Rp1 juta setiap bulan,” kata Heri saat ditemui di lokasi usahanya di Jalan Way Sekampung, Pahoman, Bandar Lampung, Rabu (3/12/2025).
Heri juga mengakui operasional menjadi lebih stabil karena tekanan gas yang konsisten, tidak seperti LPG yang kerap bocor atau tidak stabil.
- GraPARI Telkomsel Kembali Beroperasi Penuh di Wilayah Bencana Aceh dan Sumut
- Rayakan Natal 2025, Indosat Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Komunitas Rentan
- PTPN I Reg 7–Kejari Pesawaran Dukung UMKM Mitra Adhyaksa
Selain itu, mesin pengering dan boiler setrika uap di laundry-nya memerlukan suplai gas besar. “Per bulan bisa habis sekitar 10 ribu meter kubik gas alam. Kalau dihitung, sekitar Rp300 per meter kubik,” jelasnya.
Ia berharap PGN dapat menambahkan fitur meteran gas yang lebih transparan agar pelanggan dapat memantau pemakaian secara harian.
Karyawan D’Noti Laundry, Dendra, menjelaskan bahwa setrika uap berbasis gas jauh lebih aman dibandingkan setrika listrik.
“Kalau uap ditempel lama pun tidak akan lengket. Kalau listrik bisa makin panas dan bikin baju bolong. Dengan uap, menghilangkan kusut juga lebih cepat,” jelasnya.
Penghematan serupa juga dirasakan Acen Laundry, usaha yang berdiri sejak 1986 di Jalan Kartini, Palapa, Bandar Lampung. Karyawan Acen Laundry, Rika, mengatakan pihaknya telah menggunakan gas bumi PGN selama satu tahun terakhir.
“Sebelumnya kami menghabiskan empat tabung LPG 50 kg per bulan dengan biaya sampai Rp4 juta. Setelah pakai PGN, sekarang hanya Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per bulan,” ujar Rika, Rabu (3/12/2025).
PGN Lampung Komitmen Dukung UMKM dan Industri Rumah Tangga
Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pelaku usaha yang telah beralih menggunakan gas bumi. Menurutnya, PGN terus meningkatkan layanan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi UMKM dan masyarakat.
- Jasa Raharja Pastikan Perlindungan WNA Korban di Selat Padar
- PTPN I Peduli Terus Bantu Warga Aceh Tamiang
- Jasa Raharja Doa Bersama Pengamanan Nataru 2025/2026
“Kami sangat senang melihat pelaku usaha laundry merasakan langsung manfaat gas bumi, baik dari sisi efisiensi biaya maupun stabilitas operasional. PGN berkomitmen menghadirkan energi yang lebih bersih, aman, dan ekonomis bagi berbagai sektor usaha di Lampung,” ujar Abrar.
Ia juga menanggapi masukan terkait transparansi meteran gas. Menurutnya, PGN terus mengevaluasi fasilitas penunjang, termasuk opsi meteran yang lebih mudah dipantau pelanggan.
“Masukan dari pelanggan seperti D’Noti Laundry menjadi perhatian kami agar pemakaian gas dapat terkontrol dengan baik,” tambahnya.
Abrar memastikan PGN Lampung siap memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan. “Kami ingin memastikan energi gas bumi menjangkau lebih banyak rumah tangga dan pelaku usaha, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Abrar. (*)

