Optimalkan Pembiayaan Hijau, Bank Mandiri Siap Terbitkan Green Bonds
Yunike Purnama - Rabu, 02 November 2022 14:47
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) (BMRI) berencana menerbitkan obligasi hijau (green bond) pada tahun 2023. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji mengatakan, penerbitan surat utang ini sudah masuk dalam perencanaan perusahaan.
"Penerbitan green bond salah satu yang berpotensi akan kami terbitkan pada 2023, Saat ini sudah dalam perencanaan. Tentunya terlebih dahulu harus disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Panji saat konferensi pers Mandiri Sustainability Forum (MSF), Rabu, 2 November 2022.
Bank Mandiri juga akan mendorong produk ramah lingkungan seperti ESG repo yang merupakan salah satu instrumen yang akan dimanfaatkan oleh perusahaan ke depan.
- Pertamina Makin Agresif Kejar Cadangan Migas ke Lepas Pantai
- Terbitkan 205 Juta Lembar Saham, Solusi Sinergi (WIFI) Rencana Rights Issue
- Siap-Siap 8 November Mendatang Gerhana Bulan Total
"Tentu saja kami melihat permintaan dari pasar untuk menyerap produk ini," ujar Panji.
Sementara itu, total produk ESG yang telah diterbitkan dari sisi reliabilitas Bank Mandiri sebesar US$ 800 juta. Nilai itu terdiri dari green bond sebesar US$ 300 juta dan ESG repo sebesar US$ 500 juta. Rencananya, tahun depan akan bertambah sesuai dengan rencana bisnis perusahaan.
"Sangat berpotensi sekali kami menerbitkan baik itu bond, maupun ESG repo dan kombinasi lainnya," kata Panji.
- WtE Bakung Terpilih Menjadi Salah Satu Proyek yang Ditawarkan Pada IIFD 2022
- Bangkitkan UMKM Lokal Melalui Dana Bergulir, Asuransi Astra Lanjutkan Estafet Peduli Bumi di Semarang
- Beasiswa Pendidikan Creativa Dibuka, Ayo Segara Daftar!
Sebelumnya Bank Mandiri telah meraih dana segar senilai US$ 300 juta pada 2021, melalui penerbitan perdana sustainability bond. Dana ini digunakan untuk membiayai kembali proyek berwawasan lingkungan dan sosial.
Sustainability bond tersebut memiliki tenor hingga lima tahun dengan kupon sebesar 2.00%. Dalam penerbitan tersebut, perusahaan menunjuk Deutsche Bank, HSBC, dan Mandiri Securities sebagai joint lead managers.
Sementara itu, Repurchase Agreement atau Repo ESG telah dilakukan pada awal tahu ini dengan dua conterparty sebesar US$ 500 juta. Salah satu counterparty itu adalah Standard Chartered Bank Indonesia. (*)