Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Raih Lulusan Terbaik Profesi Insinyur Unila

Eva Pardiana - Minggu, 26 April 2026 18:37
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Raih Lulusan Terbaik Profesi Insinyur UnilaGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih predikat Wisudawan Terbaik I pada Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Lampung periode April 2026. (sumber: Adpim Pemprov Lampung)

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meraih predikat Wisudawan Terbaik I pada Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Lampung periode April 2026.

Prestasi serupa juga diraih Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang dikukuhkan sebagai insinyur dalam Pengukuhan Insinyur Tahun 2026 Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) Universitas Lampung Angkatan XV Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Grand Mercure, Bandarlampung, Minggu (26/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Sekdaprov Marindo Kurniawan dikukuhkan bersama 30 peserta lainnya. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia unggul serta mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas intelektual.

Acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani, Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Agus Taufik Mulyono, jajaran pimpinan universitas, serta pengurus PII Bandar Lampung.

Berdasarkan hasil akademik, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88, sementara Marindo Kurniawan memperoleh IPK 3,78 dan menempati posisi Wisudawan Terbaik II.

Capaian tersebut dinilai membanggakan karena diraih di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan. Prestasi ini sekaligus menjadi contoh bahwa peningkatan kualitas diri melalui pendidikan dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemajuan suatu peradaban ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, dengan profesi insinyur memiliki peran strategis dalam pembangunan.

“Salah satu syarat peradaban maju adalah kualitas SDM. Para insinyur yang dikukuhkan hari ini harus menjadi bagian dari kekuatan yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya menjadi kesejahteraan masyarakat.

“Kekayaan alam baru menjadi kemakmuran apabila mampu dikelola oleh SDM kita sendiri. Di sinilah peran insinyur menjadi sangat penting,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa pengukuhan profesi insinyur harus diikuti kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi daerah, inovasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Saya berharap pengukuhan ini tidak sekadar formalitas. Insinyur harus menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan pembangunan,” tegasnya.

Ia turut mengaitkan peran strategis profesi insinyur dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas SDM menjadi faktor utama agar Indonesia, termasuk Lampung, mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PII Agus Taufik Mulyono mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ekosistem profesi keinsinyuran. Ia menilai keberadaan insinyur harus memberikan manfaat nyata melalui inovasi, kompetensi, dan penerapan etika profesi.

Agus juga mengapresiasi terbitnya Instruksi Gubernur Lampung yang mewajibkan pemangku kepentingan di sektor jasa konstruksi memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

“Lampung menjadi provinsi pertama yang memiliki instruksi gubernur terkait penguatan praktik keinsinyuran. Ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan berbasis kompetensi dalam pembangunan daerah.

Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul, profesional, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045. (pl)

RELATED NEWS