GNTI Ajak Petani Naik Kelas Lewat Teknologi Modern

Yunike Purnama - Senin, 01 Juni 2026 18:44
GNTI Ajak Petani Naik Kelas Lewat Teknologi ModernGNTI Ajak Petani Naik Kelas Lewat Teknologi Modern, Produktivitas Jagung Didorong Meningkat (sumber: Ist)

PESAWARAN - Hamparan jagung yang menguning di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menjadi saksi semangat ratusan petani yang menghadiri Panen Raya Jagung Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) 2026 pada Sabtu (30/5).

Di tengah lahan jagung yang siap dipanen, Ketua Umum GNTI Rokhmin Dahuri tampak mengemudikan langsung mesin combine harvester. Aksi tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol dorongan agar petani mulai memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan hasil pertanian.

Menurut Rokhmin, pertanian Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

"Kalau ingin hasil panen meningkat, petani harus didukung dengan teknologi yang memadai. Karena itu GNTI akan terus mendorong penggunaan teknologi modern di sektor pertanian," katanya.

Ia menjelaskan, penggunaan alat modern dapat mempercepat proses budidaya hingga panen. Selain lebih efisien, hasil yang diperoleh petani juga berpotensi lebih optimal.

Panen raya yang mengusung tema Untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat itu dihadiri hampir seribu petani. Hadir pula sejumlah tokoh, di antaranya Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti, dan Bupati Pesawaran Nanda Indira.

Bagi para petani, kehadiran GNTI dan berbagai pemangku kepentingan memberi harapan baru. Salah satunya dirasakan oleh Gunawan, petani jagung sekaligus tokoh masyarakat Desa Sinar Jati.

Menurut Gunawan, kegiatan tersebut mampu membangkitkan optimisme petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen.

"Kegiatan ini membakar semangat kami untuk terus menghasilkan jagung yang unggul. Apalagi ada dukungan dari GNTI yang peduli terhadap kebutuhan petani," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Ketersediaan pupuk dan akses terhadap alat pertanian modern masih menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan produktivitas.

"Kami membutuhkan pupuk dan alat yang modern agar hasil panen bisa lebih maksimal dan target ketahanan pangan dapat tercapai," katanya.

Melalui panen raya ini, GNTI ingin menunjukkan bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada kemampuan petani mengadopsi teknologi. Dengan dukungan alat modern, produktivitas meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan kesejahteraan petani diharapkan ikut terangkat.(*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS