FST dan FTK UIN RIL Kolaborasi Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pahawang

Eva Pardiana - Selasa, 02 Juni 2026 09:49
 FST dan FTK UIN RIL Kolaborasi Transplantasi Terumbu Karang di Pulau PahawangProgram Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi bersama Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL melakukan transplantasi terumbu karang di Dusun Jelarangan, Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Senin (1/6/2026). (sumber: UIN RIL)

BANDAR LAMPUNG – Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) bersama Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melaksanakan kegiatan konservasi ekosistem bawah laut melalui transplantasi terumbu karang di Dusun Jelarangan, Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Senin (1/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua program studi tersebut merupakan bagian dari komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung pelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan perairan.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan penanaman lima unit transplantasi terumbu karang menggunakan metode spider web dengan bantuan seawalker di kawasan rehabilitasi terumbu karang yang juga menjadi salah satu destinasi wisata bahari di Pulau Pahawang.

Sekretaris Program Studi Biologi FST UIN RIL, Suci Wulan Pawhestri, menjelaskan bahwa metode spider web merupakan teknik rehabilitasi terumbu karang dengan memanfaatkan rangka besi berbentuk jaring laba-laba sebagai media penempelan fragmen karang.

"Proses diawali dengan pemasangan rangka pada dasar perairan yang sesuai. Selanjutnya, fragmen karang sehat dari koloni indukan dipilih dan diikat secara hati-hati pada setiap sisi rangka menggunakan pengikat khusus yang tahan terhadap kondisi laut. Struktur transplantasi kemudian ditempatkan secara stabil agar karang dapat tumbuh dan beradaptasi secara optimal hingga membentuk koloni baru," jelasnya.

Menurut Suci, metode tersebut menjadi salah satu upaya efektif untuk memulihkan ekosistem terumbu karang yang mengalami degradasi sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati laut.

Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya untuk menjaga habitat yang bermanfaat bagi manusia, tetapi juga untuk melindungi berbagai organisme laut yang bergantung pada keberadaan terumbu karang.

"Kami berupaya menjaga habitat yang menjadi penopang kehidupan berbagai organisme laut, bukan semata-mata habitat yang memberikan manfaat langsung bagi manusia. Menjaga keseimbangan ekosistem merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Selain sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut.

Pelaksanaan transplantasi terumbu karang itu sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya perlindungan ekosistem laut, SDG 13 (Climate Action) melalui pemeliharaan keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Program Studi Biologi FST dan Program Studi Pendidikan Biologi FTK.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mengembangkan kampus berwawasan lingkungan melalui pendekatan ilmiah, edukatif, dan partisipatif. Melalui program ini, universitas berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan dalam mendukung terwujudnya Kampus Hijau Berkelanjutan UIN Raden Intan Lampung. (ril)

RELATED NEWS