Dekranasda Gandeng Batik Keris Promosikan Wastra Khas Lampung ke Pasar Nasional
Eva Pardiana - Sabtu, 18 Juli 2026 15:34
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri peresmian gerai Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (18/7/2026). (sumber: Pemprov Lampung)BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung memperkuat pengembangan industri kreatif sekaligus pelestarian budaya daerah melalui kolaborasi dengan Batik Keris. Kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian gerai Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (18/7/2026).
Kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Lampung dan merek ritel nasional Batik Keris ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pemasaran wastra khas Lampung ke pasar nasional, sekaligus membuka peluang bagi promosi budaya daerah.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menarik investasi sekaligus memperluas promosi kekayaan wastra Lampung. Menurutnya, seluruh proses kolaborasi tetap mengedepankan nilai-nilai filosofis budaya Lampung.
"Sebelumnya Dekranasda telah berkonsultasi dengan tokoh budaya, Bapak Ansori Djausal dan juga Umi Ria agar penempatan siger, kapal ataupun komoditas seperti daun kopi dan biji lada itu tepat," ujar Wulan.
- Rosyidah Kembangkan Produk Olahan Laut dan Buka Peluang Kerja Nelayan
- Jarwo Songha Latih 100 Guru TK dan PAUD Kediri Kuasai Teknik Mendongeng
- BRI Wellness Experience Jadi Ruang Kolaborasi Komunitas dan Pelaku Usaha
Ia menjelaskan, setiap produk hasil kolaborasi tidak hanya mengutamakan nilai estetika, tetapi juga memuat unsur edukasi budaya melalui hangtag khusus yang menjelaskan filosofi di balik setiap motif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenakan produk wastra Lampung, tetapi juga memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.
Dekranasda Provinsi Lampung juga menargetkan perluasan pasar wastra kepada generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, melalui desain yang modern, elegan, dan siap dikenakan untuk berbagai kesempatan, baik kasual maupun formal. Produk bermotif khas Lampung tersebut nantinya akan dipasarkan melalui lebih dari 120 gerai Batik Keris di seluruh Indonesia.
"Tentunya berbagai ornamen khas Lampung harus terus kita kembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas serta promosi yang berkelanjutan hingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat Lampung yang sekaligus diminati di pasar luas," katanya.
Komisaris Utama Batik Keris, Lina Handianto Tjokrosaputro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang mendukung kolaborasi tersebut. Ia berharap kehadiran Batik Keris di Lampung dapat menjadi sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Indonesia.
- PTPN I Dukung Pengembangan Pusat Riset Bibit Perkebunan Nasional
- PTPN I Perkuat Kompetensi Sekretariat untuk Dukung Transformasi Perusahaan
- PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Gas Bumi di Sumatera kepada Investor
"Kami berharap kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Semoga mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung sehingga kami bisa terus berkembang di kancah nasional," ujar Lina.
Peresmian gerai ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung bersama Komisaris Utama Batik Keris. Acara tersebut turut dihadiri Ketua IKAD Lampung Irene Fransisca Giri, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Dwita Ria Gunadi, serta perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan gerai Batik Keris di Lantai 1 Mal Boemi Kedaton oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran pengurus Dekranasda dan manajemen Batik Keris. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi kualitas produk yang ditampilkan serta keberhasilan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam produk yang dipasarkan secara nasional. (pl)

