Bupati Egi Siapkan Grebeg Suro Jadi Agenda Budaya Tingkat Kabupaten

Eva Pardiana - Selasa, 16 Juni 2026 20:12
Bupati Egi Siapkan Grebeg Suro Jadi Agenda Budaya Tingkat KabupatenBupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama saat menghadiri perayaan Grebeg Suro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharam di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Selasa (16/6/2026). (sumber: Diskominfo Lamsel)

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berkomitmen menjadikan Grebeg Suro di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, sebagai agenda budaya tahunan tingkat kabupaten mulai tahun depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong Way Panji berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lampung Selatan.

Komitmen itu disampaikan Bupati Egi saat menghadiri perayaan Grebeg Suro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharam di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Selasa (16/6/2026).

Tradisi yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu berlangsung meriah dengan kirab budaya, pertunjukan Reog Ponorogo, serta doa bersama yang diikuti masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

Dalam sambutannya, Bupati Egi mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada panitia menggunakan bahasa Jawa.

"Matur nuwun geh mas, apik acarane," ucap Egi yang disambut antusias masyarakat.

Menurut Egi, Grebeg Suro bukan sekadar perayaan budaya, tetapi merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

"Ini acara yang luar biasa. Saya bangga bisa hadir di sini. Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Sidoharjo. Acara ini menjunjung tinggi karakter budaya sehingga adat istiadat tetap terjaga dan terpelihara," kata Egi.

Ia menilai, keberlangsungan tradisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

"Budaya ini telah diwariskan secara turun-temurun dan berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas masyarakat. Kita harus terus menjaga akar budaya agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Egi mengatakan pelestarian budaya lokal sejalan dengan Program Desa Helau yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu nilai utama dalam konsep Helau adalah unsur lestari, yang menekankan pentingnya menjaga budaya, tradisi, dan kearifan lokal.

"Di dalam unsur Helau terdapat unsur lestari yang memiliki pesan sangat mendalam. Ini adalah langkah nyata masyarakat dalam menjaga budaya. Harapannya, masyarakat semakin memahami makna yang terkandung di dalam tradisi ini," jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Egi menyatakan Grebeg Suro Sidoharjo akan diangkat menjadi agenda tahunan tingkat kabupaten mulai tahun depan.

"Tahun depan kita angkat menjadi event tahunan kabupaten. Kita buat lebih besar lagi agar wisatawan bisa datang ke sini. Saya ingin Way Panji menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Lampung Selatan," tegasnya.

Ia berharap pengembangan agenda budaya tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Egi juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat rasa syukur.

"Hari ini jadikan momentum untuk meresapi rasa syukur dan mengevaluasi diri agar tahun depan kehidupan kita menjadi lebih baik lagi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Grebeg Suro, Khoirulloh Lukmansyah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap Grebeg Suro tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi serta memperkenalkan identitas budaya Desa Sidoharjo kepada masyarakat yang lebih luas.

"Saya cuma ingin Desa Sidoharjo lebih dikenal dan kami punya budaya. Kalau kata orang Jawa, wong Jowo sing apik ora lali lan usule, orang Jawa yang baik tidak pernah lupa asal-usulnya," ujar Khoirulloh.

Melalui dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, Grebeg Suro Sidoharjo diharapkan berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung Selatan. (ls)

RELATED NEWS