BI : Perekonomian Global Masuk Fase Perlambatan
Yunike Purnama - Selasa, 31 Desember 2019 14:57
Ilustrasi Perekonomian Global (sumber: Infobank)Kabarsiger.com, Bandar Lampung - Perekonomian global sepanjang tahun 2019 berada dalam fase perlambatan seiring konflik perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Berdasarkan WEO IMF, proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2019 mengalami revisi ke bawah dari perkiraan awal, yakni tertahan di angka 3,0% (yoy) atau merupakan titik pertumbuhan terendah semenjak krisis ekonomi global.
Revisi tersebut dilakukan sebagai dampak dari meningkatnya hambatan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut juga memicu penurunan perkiraan WTV (World Trade Volume) di tahun 2019 menjadi sebesar 1,10% yoy, berada di bawah pencapaian tahun 2018 (3,60%;yoy) dan juga target awal tahun 2019.
Di tahun 2020, prospek ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih tetap tinggi ditengah meluasnya konflik perdagangan meskipun tendensinya diprediksi sedikit menurun,"jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, Senin (30/12/2019).
"dari sisi harga komoditas, komoditas ekspor utama Lampung di tahun 2019 tidak memiliki daya ungkit yang besar. Di tahun 2019 harga kopi robusta dunia lebih rendah dibanding tahun 2018, namun diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan di tahun 2020 seiring dengan meningkatnya permintaan dan menurunnya supply kopi dari Vietnam," ungkapnya.
Sementara itu, harga CPO dunia tahun 2019 lebih rendah dibanding tahun 2018, dan diperkirakan tidak meningkat signifikan pada 2020. Harga lada yang sempat mengalami perbaikan di awal tahun 2019, menurun siginifikan di akhir tahun 2019 hingga rata-rata harga lada lebih rendah dibanding tahun 2018.
Penurunan harga lada yang terjadi akibat over supply yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dan di tahun 2020 diprediksi masih belum akan membaik.
Harga komoditas utama lainnya yaitu karet sedikit mengalami perbaikan di tahun 2019 dibanding tahun 2018, namun masih berada di tingkat yang rendah dan di tahun 2020 diprediksi masih akan membaik meskipun tetap di tingkat yang rendah.(*/VR)

