BI Gandeng 4 Negara Asean Perkuat Konektivitas Pembayaran Kawasan

Yunike Purnama - Selasa, 15 November 2022 05:54
BI Gandeng 4 Negara Asean Perkuat Konektivitas Pembayaran KawasanIlustrasi (sumber: Freepik )

BALI - Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT) sepakat untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan.

Dalam pidato sambutannya, Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan perekonomian global.

"Saya menyampaikan penghargaannya kepada kelima Gubernur bank sentral Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand atas komitmennya dalam mengupayakan terobosan-terobosan inovatif yang diharapkan akan mempercepat konektivitas pembayaran di kawasan," kata Jokowi pada Senin, 14 November 2022.

Ia berharap, kerja sama tersebut dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Kemudian implementasi konektivitas pembayaran kawasan ini juga mampu mendukung dan memfasilitasi perdagangan.

Selain itu, mendukung investasi, pendalaman pasar keuangan, remitansi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lintas batas lainnya, serta mendorong ekosistem ekonomi dan keuangan kawasan yang lebih inklusif.

Inisiasi kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama untuk mendorong penetrasi dan eksposur UMKM di pasar global. Kerja sama tersebut meliputi beberapa skema konektivitas sistem pembayaran, termasuk QR code dan fast payment.

"Percepatan transformasi digital dalam bidang ekonomi dan keuangan telah menjadi bagian dari inisiatif global, terutama yang tertuang pada G20 Roadmap for Enhancing Cross Border Payments," terangnya.

Kerja sama ini juga sejalan dengan agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia dalam area transformasi digital, yang berhasil diwujudkan secara konkret melalui kerja sama pembayaran lintas batas antara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Kerja sama tersebut nantinya akan dapat dikembangkan melalui keterlibatan negara mitra potensial lain, baik di kawasan maupun di luar kawasan. Capaian ini sekaligus menjadi titik awal Keketuaan Indonesia dalam Asean pada 2023.

"Kolaborasi bersama ini juga sekaligus mendukung cita-cita ASEAN untuk memiliki konektivitas SP yang akan memungkinkan pembayaran lintas batas yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau di kawasan," lanjutnya.

Sejalan dengan pendekatan kerja sama Asean yang saling menguntungkan, kerja sama konektivitas pembayaran kawasan akan memerhatikan kesiapan dari masing-masing negara yang terlibat. Sehingga, diharapkan dapat memupuk dan memperkuat ikatan ekonomi kawasan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi batu lompatan untuk membuka jalan bagi konektivitas pembayaran lintas batas yang lebih kuat dan maju.

"Kerja sama bilateral yang telah terjalin selama ini akan diperluas melalui kerja sama konektivitas pembayaran kawasan sebagai upaya untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan," terangnya.

Kolaborasi ini juga menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Pihaknya berharap negara lain dapat mengikuti insiatif dan kepemimpinan BI dalam kerja sama ini dan menjadikannya sebagai rujukan untuk mengimplementasikan konektivitas pembayaran lintas batas.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur BNM, Shamsiah Yunus, mengungkapkan bahwa inisiatif kerja sama tersebut menekankan pentingnya kolaborasi bank sentral dalam mendukung pengembangan konektivitas pembayaran yang lebih maju di masa mendatang.

"Kerja sama ini juga sekaligus mewujudkan visi ASEAN untuk menciptakan jaringan pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan efisien dan mampu mendukung kemajuan digitalisasi dan integrasi keuangan yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi di kawasan," terangnya.

Managing Director MAS, Ravi Menon menegaskan kembali komitmen Asean untuk mencapai interoperabilitas dan konektivitas pembayaran kawasan yang lebih murah, cepat, transparan, dan inklusif pada tahun 2025.

Kerja sama tersebut juga menjadi momentum penyelarasan inisiatif G20 dengan upaya ASEAN dalam mengatasi isu pembayaran lintas batas, mendukung upaya pemulihan ekonomi pascapandemi, membuka kesempatan usaha, dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.

Deputi Gubernur BSP, Mamerto E. Tangonan, yang hadir mewakili Gubernur BSP Felipe M. Medalla, menambahkan bahwa pihaknya semakin menyadari tingginya ketergantungan ekonomi di kawasan, semakin kita memerlukan upaya bersama untuk mewujudkan visi interkonektivitas Asean. (*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS