Bandar Lampung Deflasi 0,16%
Yunike Purnama - Senin, 04 Mei 2020 21:10
Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Bulan Agustus Jateng Alami Deflasi 0,39% (sumber: ilustrasi)"Deflasi yang terjadi pada April banyak dipengaruhi dari wabah COVID-19 yang terjadi di Provinsi Lampung. Akibatnya banyak kelompok informasi dan komunikasi alami penurunan harga," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Faizal Anwar, Senin (4/5/2020).
Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Bandar Lampung, dua kelompok mengalami inflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,25% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,30%.
Sebaliknya, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,16%, kelompok kesehatan 0,10%, kelompok transportasi 0,42% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,96%.
Sementara, kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan kenaikan maupun penurunan indeks.
"Komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan deflasi April 2020 di antaranya adalah cabai merah 0,21%, angkutan udara 0,12%, biaya pulsa ponsel 0,09%, daging ayam ras 0,06%, cabai rawit 0,05%, beras 0,05 persen, ikan kembung 0,04%, bawang putih 0,03%, telur ayam ras 0,02%, dan biskuit 0,01%," ujar dia.
Ia menambahkan pada April 2020 inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-58 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 90 kota, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi.(*)

