26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dengan AI-Ready Data Center
Eva Pardiana - Selasa, 13 Oktober 2026 11:32
Senior Assistant Manager Territory Sumatra 2 Biznet, Piscesco Heyziputra Media Gathering Biznet 26th Anniversary, Senin (12/6/2026) di Tanjung Karang Mas Room, Swissbel Hotel Lampung. (sumber: Eva Pardiana/Kabar Siger)BANDAR LAMPUNG – Memperingati 26 tahun perjalanan perusahaan, PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) memperkuat infrastruktur digital melalui pengoperasian pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI-Ready Data Center) pertama miliknya serta rencana pembangunan jaringan kabel fiber optik bawah laut baru di Indonesia.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan komputasi dan konektivitas seiring meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dikutip dalam informasi perusahaan menyebutkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 81,72 persen pada 2026. Sementara itu, survei PwC Global Workforce Hopes & Fears 2025 mencatat 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka.
President Director Biznet Adi Kusma dalam keterangannya, Senin (12/10/2026) memaparkan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur digital, Biznet menghadirkan Biznet AI Center di Bali. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi, dengan daya hingga 145 kW per rak, teknologi pendingin cair (liquid cooling), serta laboratorium pengembangan AI.
- Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi dengan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
- Status GAK Naik ke Siaga, Pemkab Lamsel Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
- Status GAK Naik ke Level III, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
Di sektor konektivitas antarpulau, Biznet juga menyiapkan proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Jaringan kabel bawah laut tersebut direncanakan menghubungkan Surabaya di Jawa, Banjarmasin di Kalimantan, Sumenep di Madura, dan Buleleng di Bali.
Pembangunan BNCS-2 menjadi kelanjutan pengembangan jaringan BNCS-1 yang telah beroperasi sejak 2024. Kehadiran jalur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas di sejumlah wilayah yang terhubung.
Secara keseluruhan, jaringan fiber optik Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Indonesia, meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, hingga Flores. Infrastruktur tersebut didukung cakupan lebih dari 3 juta homepass dan lebih dari 300 kantor cabang.

Biznet turut menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui penyediaan akses internet gratis bagi lebih dari 300 kepala keluarga (KK). Program ini menyasar masyarakat di sekitar titik pendaratan kabel bawah laut atau Biznet MarinePOP di Kabupaten Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik.
Dalam rangka perayaan ulang tahun pada Oktober 2026, Biznet juga memberikan tambahan kapasitas bandwidth sebesar 100 Mbps secara gratis selama satu bulan bagi pelanggan Biznet Home. Selain itu, perusahaan melakukan pembaruan integrasi fitur AI pada aplikasi layanan pelanggan MyBiznet App.
Sementara itu, dalam agenda Media Gathering Biznet 26th Anniversary, Senin (12/6/2026) di Tanjung Karang Mas Room, Swissbel Hotel Lampung, Regional Manager Territory Lampung Biznet, Ardyan Indradmaja, mengatakan jaringan Biznet di Kota Bandar Lampung saat ini telah menjangkau 107 kelurahan dengan sekitar 20.000 pelanggan. Perusahaan juga terus mengembangkan infrastruktur melalui jaringan kantor cabang dan Point of Presence (PoP) di wilayah Lampung.
Menurut Ardyan, kebutuhan internet di Lampung mencakup berbagai lapisan masyarakat, sehingga perusahaan berupaya menjaga kualitas jaringan sekaligus mengoptimalkan wilayah yang telah terjangkau layanan.
“Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan inti, sehingga target pasar kami mencakup seluruh segmentasi. Saat ini di Bandar Lampung sendiri kurang lebih sudah ada 107 kelurahan yang ter-cover. Fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan coverage yang ada serta menjaga kualitas infrastruktur dan layanan pelanggan,” ujar Ardyan.
- PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas
- PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit
- Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan Lebih Mudah dan Adaptif
Ia menambahkan, Biznet masih memprioritaskan optimalisasi jaringan dan mempertahankan pelanggan di wilayah yang telah terlayani. Meski demikian, peluang ekspansi ke daerah sekitar, seperti Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran, tetap terbuka dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan hasil survei.
Senior Assistant Manager Territory Sumatra 2 Biznet, Piscesco Heyziputra, menambahkan pengoperasian BNCS-1 berperan dalam mendukung penyediaan layanan internet dengan harga dan kapasitas yang lebih kompetitif di Sumatra, termasuk Lampung.
“Sejak BNCS 1 beroperasi, masyarakat di Sumatra, khususnya Lampung, bisa menikmati bandwidth besar dengan tarif yang sama persis seperti di Pulau Jawa. Jika sebelumnya harga internet di luar Jawa cenderung lebih mahal, kini layanan 100 Mbps di Lampung bisa dinikmati dengan harga yang setara,” jelas Piscesco.
Menurut dia, jaringan kabel bawah laut tersebut juga mendukung pengembangan jaringan kabel darat sehingga layanan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah, termasuk daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan konektivitas.
Di Provinsi Lampung, jangkauan Biznet kini tidak hanya berada di Bandar Lampung, tetapi juga telah meluas ke Kota Metro, Menggala, hingga Kabupaten Mesuji. (*)

