Wamen Investasi Sebut PTPN I Paling Siap Dukung Hilirisasi Bioenergi

2026-06-09T10:15:58.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Wamen Investasi Sebut PTPN I Siap Dukung Hilirisasi Bioenergi.jpeg
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, meninjau lahan PTPN I Regional 7 yang akan ditanami sorgum di Kebun Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (9/6/2026).

LAMPUNG SELATAN – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, meninjau lahan PTPN I Regional 7 yang akan ditanami sorgum di Kebun Rejosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (9/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Todotua didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas. Ia menilai PTPN I memiliki sumber daya yang paling siap untuk mendukung program hilirisasi dan ketahanan energi nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Ketahanan pangan dan ketahanan energi adalah program Bapak Presiden Prabowo yang membutuhkan percepatan karena urgensinya sangat tinggi. Pilihannya hanya dari bioenergi yang diolah dari tumbuhan. PTPN I sebagai BUMN perkebunan memiliki sumber daya yang paling siap untuk menjawab tuntutan percepatan tersebut. Itulah sebabnya kami melibatkan PTPN I dalam program ini,” kata Todotua kepada media di lokasi peninjauan.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan hilirisasi sektor energi. Menurutnya, PTPN I memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut.

“Lahan ini berada di Afdeling I Kebun Rejosari yang telah dilakukan land clearing seluas 20 hektare dan siap ditanami sorgum. Secara keseluruhan kebun ini memiliki luas 4.985 hektare yang didominasi tanaman kelapa sawit. Sebagian lahan dapat dimanfaatkan untuk penanaman sorgum atau singkong guna mendukung program hilirisasi ketahanan energi,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan bahwa hak guna usaha (HGU) kebun tersebut berada di bawah PTPN I, namun pengelolaannya diserahkan kepada PTPN IV PalmCo melalui skema kerja sama operasional (KSO) sebagai bagian dari kebijakan klasterisasi komoditas di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.

Peninjauan lokasi turut dihadiri Direktur Utama PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) John Anis, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto, Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Todotua menyampaikan bahwa Lampung diproyeksikan menjadi proyek percontohan pengembangan bioenergi nasional. Berdasarkan berbagai kajian, Lampung memiliki potensi bahan baku energi baru dan terbarukan yang melimpah, seperti singkong, molases tebu, kelapa sawit, dan sorgum.

“Saya mendapat laporan bahwa Toyota telah melakukan riset bioenergi selama tiga tahun di Lampung dan berhasil menemukan formulasi terbaik sehingga bioetanol yang dihasilkan kompatibel dengan mesin kendaraan yang dikembangkan. Ini menjadi titik awal optimisme bahwa Lampung dapat menjadi pionir produksi bioetanol nasional dengan kapasitas sekitar 240 ribu kiloliter atau setara 10 persen target nasional,” ujarnya.

Sebelum meninjau lahan sorgum di Rejosari, Todotua bersama rombongan juga meninjau lokasi pembangunan pabrik pengolahan bioetanol di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Ia menjelaskan, di lokasi tersebut akan dibangun pabrik bioetanol berkapasitas 2 x 60 ribu kiloliter per tahun dengan pasokan bahan baku dari berbagai sentra produksi.

“Tadi kami melihat lokasi pembangunan plant bioetanol di Tegineneng dengan kapasitas 2 x 60 ribu kiloliter per tahun. Saya berharap di kawasan ini juga dapat dibangun satu unit plant lagi dengan kapasitas yang sama sehingga mampu mendukung program E10 yang akan segera diterapkan,” katanya.

Terkait pemanfaatan lahan PTPN I untuk komoditas di luar tanaman utama perkebunan, Todotua menegaskan tidak terdapat kendala secara prinsip. Menurutnya, bisnis inti PTPN tetap berjalan sesuai rencana, sementara lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat digunakan untuk mendukung program bioenergi nasional.

“Core business PTPN tetap berjalan sebagaimana proyeksinya. Hilirisasi bioenergi ini memanfaatkan lahan yang masih idle. Jika ke depan secara komersial memberikan hasil positif, diversifikasi komoditas tentu dapat menjadi pilihan, bukan hanya untuk keuntungan bisnis tetapi juga demi kepentingan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung penuh program hilirisasi sektor pangan dan energi yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Menurutnya, berbagai rencana pengembangan hilirisasi yang dirancang pemerintah pusat memiliki potensi besar untuk direalisasikan di Lampung. Ia berharap sejumlah proyek strategis nasional tersebut dapat mulai berjalan pada tahun ini dengan progres yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami sangat siap mendukung mandat pemerintah pusat dalam program hilirisasi sektor pangan dan energi. Seluruh desain pengembangan yang disiapkan pemerintah pusat memiliki potensi untuk dikembangkan di Lampung. Terima kasih kepada PTPN I yang telah menunjukkan kesiapan aset dan dukungan teknisnya. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Rahmat Mirzani Djausal.(*)