UIN Raden Intan Kembangkan Biomonitoring Rehabilitasi Terumbu Karang

2026-05-25T14:14:21.000Z

Penulis:Eva Pardiana

UIN Raden Intan Kembangkan Biomonitoring Rehabilitasi Terumbu Karang.jpeg
Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali meraih pendanaan riset nasional melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama RI (MoRA The AIR Funds) 2025.

BANDAR LAMPUNG – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali meraih pendanaan riset nasional melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama RI (MoRA The AIR Funds) 2025, Senin (25/5/2026). Salah satu proposal yang lolos pendanaan dipimpin Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., dengan fokus pengembangan biomonitoring rehabilitasi terumbu karang di Indonesia.

Penelitian tersebut mengusung judul Analisis Spasial dan Temporal Struktur Komunitas Polychaeta pada Area Rehabilitasi Terumbu Karang: Studi Multilokus di Kepulauan Indonesia.

Riset ini menjadi salah satu kontribusi UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat kajian lingkungan, khususnya pada bidang biomonitoring ekosistem pesisir dan laut. Melalui penelitian tersebut, tim berupaya mengembangkan pendekatan evaluasi ekologis yang lebih komprehensif untuk menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang buatan di Indonesia.

Tim peneliti terdiri atas Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd. sebagai ketua, didampingi Aulia Ulmillah, M.Sc., dan Hendri Noperi, M.Pd., M.Sc. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan riset biomonitoring yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan konservasi ekosistem pesisir dan laut Indonesia.

Dalam pelaksanaan penelitian, tim UIN Raden Intan Lampung menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) sebagai mitra strategis. Kerja sama tersebut dilakukan karena Undip memiliki fasilitas laboratorium kelautan dan lingkungan yang mendukung proses analisis sampel, penguatan data ekologis, serta pengembangan kajian biomonitoring ekosistem laut secara lebih komprehensif.

Penelitian berfokus pada analisis struktur komunitas Polychaeta sebagai bioindikator untuk menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang buatan. Polychaeta dipilih karena memiliki sensitivitas ekologis yang tinggi terhadap perubahan lingkungan laut. Keberadaan, keanekaragaman, dan kelimpahan organisme tersebut dinilai mampu merefleksikan dinamika kualitas ekosistem secara spasial maupun temporal.

Lokasi penelitian difokuskan di dua kawasan rehabilitasi terumbu karang, yakni Pulau Pahawang, Lampung, dan Karimunjawa. Kedua wilayah dipilih karena memiliki karakteristik rehabilitasi terumbu karang yang berbeda sehingga dinilai representatif untuk mengkaji pengaruh usia, kondisi, dan struktur terumbu buatan terhadap keanekaragaman serta kelimpahan komunitas Polychaeta.

"Penelitian ini memiliki kebaruan pada pengembangan model evaluasi ekologis berbasis bioindikator bentik. Dalam riset tersebut, Polychaeta digunakan sebagai parameter utama untuk menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang secara temporal," ujar Prof. Nirva.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena penelitian sebelumnya lebih banyak menitikberatkan penilaian pada kondisi fisik, tutupan karang, maupun aspek visual ekosistem terumbu karang.

Melalui pendekatan multilokus, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekologis kawasan rehabilitasi terumbu karang di Indonesia. Analisis spasial dan temporal yang dilakukan juga diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah dalam merumuskan model pemantauan ekosistem laut yang lebih akurat, berkelanjutan, dan aplikatif.

Selain ditargetkan menghasilkan publikasi ilmiah, hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, pengelola kawasan pesisir, pemerintah, serta para pemangku kepentingan dalam merancang strategi konservasi dan pemulihan ekosistem terumbu karang berbasis data ekologis.

Keberhasilan memperoleh pendanaan riset ini sekaligus memperkuat komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam membangun jejaring penelitian nasional, memperluas kontribusi akademik, serta memberikan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan pesisir dan laut Indonesia. (ril)