Penulis:Chairil Anwar

Kabarsiger.com, Jakarta -- Pengamat Transportasi Gunawan Benyamin menyatakan Gojek dan Grab tidak perlu khawatir terkait pelaku bom bunuh diri yang mengenakan atribut ojek online (ojol) di Polrestabes Medan. Gunawan menilai semua orang bisa memanfaatkan identitas ojol.
"Saya menilai ini hanya oknum yang memanfaatkan identitas ojol. Sehingga, siapa pun pada dasarnya semua orang bisa berbuat seperti itu. Saya menilai, baik Gojek atau Grab tidak perlu khawatir dengan serangan teroris tersebut," kata Gunawan kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Terkait pandangan masyarakat yang salah menyebut atribut pelaku mengenakan jaket Gojek, Gunawan menyatakan masyarakat memiliki istilah sendiri dalam menyebutkan merek. Masyarakat Medan, memiliki kebiasaan menyebut ojol dengan Gojek.
"Katakanlah untuk menyebutkan sepeda motor. Kebanyakan orang di Medan atau Sumatera Utara pada umumnya menyebutkan merek salah satu kendaraan untuk menggantikan istilah kendaraan bermotor. Sama hal nya dengan yang terjadi pada Gojek. Orang Medan itu menyebutkan ojek online yang Gojek," ujar Gunawan.
Gunawan menilai salah paham itu, lantaran penyebutan Gojek lebih dikenal masyarakat Medan. Sebab, Gojek mampu menjangkau kebutuhan konsumen di mana pun berada. Hal ini, kata Gunawan, menyebabkan masyarakat menyamakan istilah ojol dengan Gojek.
"Jadi memang brand-nya ojol itu di sini lebih di kenal dengan Gojek. Dan ini biasa terjadi. Penggunaan istilah Gojek untuk ojol, ini sudah menjadi habit kita di Medan atau pun Sumut pada umumnya. Kita harus akui brand Gojek memang lebih unggul dibandingkan brand lain," kata Gunawan. (*/CH)