Penulis:Eva Pardiana
Editor:Eva Pardiana

LAMPUNG SELATAN — PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 kembali menggelar Safari Ramadan di Kebun Bergen, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi agenda ketiga selama Ramadan 1447 H sebagai wujud penguatan kebersamaan dan spiritualitas insan perusahaan.
Safari Ramadan rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan memotivasi pekerja meningkatkan kualitas diri dan keimanan, sekaligus berbagi dengan sesama. Pada kegiatan tersebut, panitia juga mengundang anak yatim untuk menerima santunan dari perusahaan dan hasil penggalangan dana karyawan.
Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, menyampaikan bahwa Safari Ramadan membawa manfaat besar bagi seluruh insan perusahaan. Ia berharap keberadaan PTPN I Regional 7 dapat terus memberi kontribusi positif bagi masyarakat di mana pun beroperasi.
Menurutnya, pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini dikemas lebih efisien dengan tidak digelar di setiap kebun, namun tetap menjaga makna dan nilai ibadah di bulan suci.
Tuhu juga mengajak seluruh karyawan untuk terus berbenah dan meningkatkan etos kerja. “Kerja yang biasa-biasa saja tidak akan membawa perubahan. Yang sudah baik harus diteruskan, dan yang belum baik harus diperbaiki,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya introspeksi diri agar setiap pekerjaan yang dilakukan benar-benar mencerminkan nilai keimanan. “Perusahaan membutuhkan orang-orang yang memahami dan mengenal dirinya sendiri. Apa yang kita kerjakan, tanyakan pada hati, sehingga hasilnya menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Manager Kebun Bergen, Lambok, mengakui kinerja kebun belum menunjukkan capaian signifikan. Namun, ia menilai forum tersebut menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antar-kebun di wilayah Lampung.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas santunan yang diberikan kantor regional dan partisipasi karyawan dalam penggalangan dana untuk anak yatim. Menurutnya, kegiatan rutin seperti Safari Ramadan menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan produktivitas agar hasil kerja semakin berkah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Isroni mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan rasa syukur, terutama dengan cara memberi manfaat bagi orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat di bulan Ramadan serta memaknai puasa sebagai ibadah istimewa yang balasannya langsung dari Allah SWT.
Menurutnya, puasa tidak hanya bermakna menahan diri secara lahiriah, tetapi juga memiliki dimensi hukum dan spiritual. Ia menyebutkan, puasa memiliki tiga tingkatan yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas keimanan setiap Muslim. (*)