Penulis:Eva Pardiana

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) meluncurkan Majalah OneMagz di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Majalah internal yang terbit terbatas dalam versi cetak dan online ini dihadirkan untuk mengawal progres program-program perusahaan agar informasinya tersampaikan secara komprehensif kepada internal perusahaan, stakeholder, dan masyarakat luas.
Acara peluncuran berlangsung di Kantor PTPN I (Persero), Gedung Agro Plaza, secara hybrid dan diikuti undangan virtual dari seluruh kantor regional serta anak perusahaan. Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, dalam sambutan pengantar yang tercetak pada edisi perdana OneMagz, menyatakan pentingnya media internal sebagai ruang konfirmasi terpercaya. Menurutnya, OneMagz sangat dibutuhkan di era kebebasan berekspresi, terutama di media sosial yang kerap tidak terkendali.
“Kita butuh ruang ekspresi untuk setiap progres perusahaan kita. Kita juga butuh ruang konfirmasi ketika media sosial sudah sangat bebas sehingga kadang sulit membedakan mana informasi yang benar dan valid dengan yang hoaks. OneMagz harus menjadi pencerah atas setiap dinamika informasi yang kadang menyesatkan,” kata Teddy Yunirman Danas.
Kehadiran media komunikasi ini bukan sekadar urusan seremonial administratif biasa, melainkan sebuah ikhtiar korporasi untuk merajut narasi tunggal, menyatukan frekuensi visi, dan menegaskan komitmen keterbukaan informasi. Ketika batas dunia kian mencair dan layar gawai dibombardir oleh beragam disinformasi, hoaks, hingga realitas buatan dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), PTPN I (Persero) memandang komunikasi yang terkurasi dengan matang sebagai sebuah urgensi fundamental.
Teddy Yunirman Danas menegaskan, peluncuran OneMagz sekaligus mengisi momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Ia berharap momen ini menjadi pondasi batin yang kuat guna mengembalikan kejernihan di tengah derasnya arus informasi instan di media sosial.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang hari ini serentak kita laksanakan di seluruh wilayah kerja PTPN I bukan sekadar ritual formal, melainkan momentum bagi kita semua untuk bangkit bersama pasca-konsolidasi besar. Sejalan dengan semangat itu, OneMagz disiapkan sebagai jangkar dan ruang konfirmasi resmi perusahaan,” ujarnya.
Di tengah kerentanan manipulasi digital, tambah Teddy, majalah ini memikul tanggung jawab moral dan korporasi untuk menjadi instrumen edukasi dan inspirasi. Ia juga meminta agar OneMagz mengangkat tema-tema perjuangan para karyawan sehingga menjadi pengikat semangat yang menyatukan detak nadi seluruh insan PTPN I di berbagai penjuru Nusantara.
Kehadiran OneMagz juga diapresiasi jajaran Dewan Komisaris. Komisaris Independen PTPN I (Persero), Sutan Adil Hendra, menegaskan bahwa OneMagz memikul peran krusial bukan sekadar sebagai media perusahaan. Menurutnya, media ini harus hadir sebagai ruang konsolidasi identitas strategis untuk menyamakan frekuensi pandangan di tengah transformasi yang bergerak cepat.
Bagi mantan Ketua HKTI Provinsi Jambi tersebut, setiap lembar informasi yang diterbitkan harus menjadi pemantik optimisme dan integritas yang mampu memutus rantai paradoks ekonomi masa lalu.
“Program hilirisasi yang sedang kita genjot ini harus kita kawal, termasuk promosi dan kritik dari media. OneMagz harus ikut mengawal. Kita tidak boleh lagi terjebak dalam pola lama: mengekspor bahan mentah, lalu membelinya kembali sebagai produk jadi dengan harga berlipat ganda,” katanya.
Ia menjelaskan, hilirisasi bukan sekadar urusan mempercantik laporan keuangan atau memperbesar portofolio aset perusahaan. Menurutnya, hilirisasi harus mampu menghadirkan kedaulatan ekonomi nasional dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
“Saya ingin OneMagz menjadi media yang hidup, yang tidak hanya menyampaikan kabar, tetapi juga menumbuhkan karakter insan perkebunan yang bersih, profesional, dan mampu memperkuat kepercayaan publik,” ungkap Sutan Adil Hendra.
Lebih lanjut, figur yang akrab disapa Bapak Beasiswa itu menitipkan pesan humanis agar kejayaan korporasi tidak melupakan tetesan keringat para pekerja di tapak-tapak kebun.
“Jika rakyat dan ekosistem di sekitar wilayah usaha ikut tumbuh, perusahaan akan mendapatkan legitimasi sosial yang kokoh. Kesejahteraan insan perkebunan harus berjalan linier dengan kemajuan pendidikan anak-anak mereka. Sebab, masa depan industri perkebunan kita tidak cuma ditopang oleh luasnya lahan, pabrik, atau modal, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya dengan hati,” tambah Sutan Adil Hendra.
Sebagai motor penggerak di balik layar, Pemimpin Redaksi OneMagz, Aris Handoyo, mengungkapkan bahwa proses kurasi materi dalam edisi perdana dilakukan secara mendalam untuk menangkap esensi perjuangan seluruh insan perkebunan di masa transisi. Menurutnya, majalah ini dirancang bukan sekadar sebagai media pelaporan kinerja keuangan, melainkan ruang saksi visual atas peluh dan dedikasi di lapangan.
Dari ruang redaksi, komitmen dikerahkan secara penuh untuk menyajikan setiap berita dengan akurasi tinggi dan gaya jurnalisme yang berbobot, sehingga mampu menjadi jembatan komunikasi yang kokoh antara kebijakan manajemen puncak dan dinamika para pekerja di tapak perkebunan.
Ikhtiar kultural melalui penerbitan OneMagz ini menuai apresiasi luas dari berbagai tokoh pers nasional. Pemimpin Redaksi Harian Kompas A. Haryo Damardono, Pemimpin Redaksi Garuda TV Elly Husin, hingga Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir sepakat menilai bahwa OneMagz merupakan cermin komunikasi korporasi yang elegan. Media internal ini dipandang mampu merefleksikan integrasi, inovasi, sekaligus komitmen nyata BUMN perkebunan dalam menjaga keberlanjutan industri hijau demi kontribusi terbaik bagi negeri (*).