PTPN I–IdeaRun Perkuat Ekosistem Lari Lewat PCC 2026

2026-04-05T14:24:31.000Z

Penulis:Eva Pardiana

IdeaRun.jpeg
Berpusat di Bosscha Space, kegiatan yang diinisiasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) bersama IdeaRun ini diikuti sekitar 75 pelari dari berbagai komunitas.

BANDUNG – Suasana kawasan Dago, Bandung, Minggu (5/4/2026), terasa berbeda. Aroma tanah basah dan hembusan udara sejuk khas dataran tinggi Pangalengan seolah hadir di tengah kota melalui gelaran Pangalengan Cross Country (PCC) 2026 Vibes. Aktivasi ini menjadi jembatan emosional bagi masyarakat urban untuk merasakan atmosfer Perkebunan Teh Malabar sebelum ajang utama digelar.

Berpusat di Bosscha Space, kegiatan yang diinisiasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) bersama IdeaRun ini diikuti sekitar 75 pelari dari berbagai komunitas. Memanfaatkan momentum Car Free Day, peserta menempuh rute ikonik sejauh 7 kilometer menuju Gedung Sate sebagai simulasi menuju ajang lintas alam yang akan digelar pekan depan.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa PCC Vibes bukan sekadar ajang lari pagi, melainkan bagian dari strategi komunikasi perusahaan untuk menghadirkan aset perkebunan negara yang lebih inklusif dan relevan dengan gaya hidup modern.

“Kami ingin menghadirkan cuplikan pengalaman dari aset PTPN I Regional 2. Perkebunan teh bukan lagi sekadar komoditas industri, tetapi juga ruang produktif yang mampu menyalurkan energi positif bagi masyarakat. Kami mengajak publik kembali ke alam melalui harmoni olahraga dan pelestarian lingkungan,” ujar Teddy.

Konsep tersebut diperkuat oleh Ali dari 2230 Sport Agency (IdeaRun). Ia menjelaskan, PCC merupakan bagian dari ekosistem Running Summit yang mengintegrasikan edukasi, industri, dan kompetisi.

“Tahun ini, melalui Running Summit, kami melengkapinya dengan Running Conference yang membahas sport science. Puncaknya adalah PCC, di mana para pelari akan menguji kemampuan mereka di medan lintas alam yang autentik,” jelas Ali.

Sementara itu, Tesa dari Pangalengan Athlete Training Center (AMTC) menekankan pentingnya persiapan teknis bagi peserta. Sebagai pihak yang mengawal standarisasi lintasan, AMTC memastikan rute yang disiapkan menantang namun tetap aman.

“Berlari lintas alam menuntut kekuatan fisik sekaligus kemampuan membaca medan. Kami ingin setiap pelari mendapatkan pengalaman teknis yang berharga,” kata Tesa.

Antusiasme kegiatan ini juga disambut positif oleh komunitas pelari. Sofie dari ADRan menilai, ajang ini menjadi momentum bagi pelari rekreasional untuk meningkatkan level mereka.

Menurutnya, peralihan dari lari jalan raya ke lintas alam menghadirkan sensasi petualangan yang selama ini dicari masyarakat urban.

Menutup rangkaian kegiatan, Project Director PCC 2026, Sugeng, menyampaikan bahwa ajang ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi pemantik ekonomi bagi UMKM di Pangalengan. Wilayah ini juga merupakan tempat lahirnya atlet lari berbakat nasional, dan melalui event ini kami memberi ruang bagi mereka,” ujarnya.

PCC 2026 Vibes menjadi pembuka menuju ajang utama yang akan digelar pada Minggu, 12 April 2026. Pada event tersebut, peserta akan mengikuti kategori 12K dan 8K di kawasan Kebun Teh Gunung Malabar, menghadirkan perpaduan antara tantangan fisik dan keindahan alam. (*)

Tags:PTPN I