Penulis:Eva Pardiana

JAKARTA – Menutup tahun kedua pascatransformasi organisasi, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk perusahaan mencapai Rp3,56 triliun, meningkat 122 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kinerja penjualan hingga November 2025 mencapai Rp3,56 triliun. Angka ini menunjukkan tren yang optimistis seiring perbaikan kinerja perusahaan dan kenaikan harga komoditas di pasar global. Capaian tersebut telah melampaui realisasi tahun lalu, sekaligus mencapai 90 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta 94 persen dari Rencana Kerja Operasional (RKO) tahun 2025,” ujar Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Menurut Teddy, capaian tersebut didorong oleh strategi optimalisasi produksi dan aset, tren kenaikan harga komoditas, serta penguatan diversifikasi usaha. Berdasarkan data kinerja penjualan, komoditas karet menjadi kontributor terbesar pendapatan PTPN I dengan kontribusi 79 persen dari total pendapatan, disusul teh sebesar 12 persen dan kopi sebesar 8 persen.
Tembakau mencatat lonjakan harga tertinggi, yakni meningkat hingga 190 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga rata-rata Rp467.609 per kilogram. Komoditas kopi juga mengalami kenaikan harga jual sebesar 137 persen (year on year/YoY) menjadi Rp94.063 per kilogram. Tren positif turut terjadi pada karet yang tumbuh 111 persen (YoY) dengan harga rata-rata Rp32.509 per kilogram, sedangkan teh mengalami kenaikan harga 110 persen (YoY) menjadi Rp21.762 per kilogram.
“Rata-rata kenaikan harga komoditas berada pada kisaran 111 hingga 190 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Khusus komoditas karet, pendapatan tumbuh 119 persen menjadi Rp2,78 triliun. Sementara itu, sektor kopi mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 164 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah Teddy.
Teddy Yunirman Danas mengakui bahwa perusahaan diuntungkan oleh tren harga komoditas yang positif, baik di pasar domestik maupun global. Namun demikian, optimalisasi aset dan akselerasi produksi masih terus didorong seiring proses konsolidasi komoditas yang masih berlangsung.
“Dalam dua tahun terakhir, kami melakukan konsolidasi komoditas untuk proyeksi usaha jangka panjang yang berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi replanting, diversifikasi komoditas, serta pengaturan rasio usia tanaman agar tidak terjadi stagnasi produksi. Proses ini membutuhkan kerja keras untuk mengembalikan ritme usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Meski belum menutup buku tahun 2025, manajemen PTPN I tetap optimistis kinerja perusahaan selama 12 bulan pada 2025 akan mencatat hasil positif. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga produktivitas dan efisiensi operasional guna memastikan seluruh target RKAP dapat terpenuhi.
Selain itu, perusahaan juga terus memantau indikator makro yang memengaruhi kinerja, khususnya fluktuasi harga dan kualitas produksi. Momentum harga komoditas yang baik ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pemegang saham dan negara. Transformasi yang dijalankan di bawah naungan Danantara Indonesia dan Holding Perkebunan Nusantara disebut terus memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kinerja PTPN I. (*)