ppkm
Penulis:Eva Pardiana
Editor:Eva Pardiana

BANDARLAMPUNG – Presiden Joko Widodo meminta adanya akselarasi atau percepatan vaksinasi di Lampung. Pasalnya vaksinasi di provinsi ujung Sumatera ini jauh lebih rendah dibandingkan cakupan vaksinasi nasional.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari sasaran vaksin sejumlah 6.645.226 orang, baru 927.691 orang atau 13,96% yang menerima vaksin dosis pertama. Sementara vaksin dosis ketiga baru 551.813 orang atau 8,30%.
Cakupan vaksin di Lampung tersebut lebih rendah dari cakupan vaksin nasional dimana vaksin dosis pertama telah mencapai 32,57% dan dosis kedua 18,65%.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo meminta akselarasi vaksin menjadi fokus utama, khususnya di 5 kabupaten/kota tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) dan 8 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali.
"Di luar daerah yang menyelenggarakan PON, Presiden memberi perhatian pada Lampung, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, NTB, dan Maluku Utara. Angka vaksinasi di daerah tersebut masih lebih rendah dibandingkan angka rata-rata nasional," ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Negara, Senin (6/9/2021).
Airlangga juga menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, PPKM kembali diperpanjang mulai 7 September hingga 20 September 2021.
Ia memaparkan terjadi penurunan jumlah daerah yang menerapkan PPKM level 4. Kali ini PPKM level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota, dimana sebelumnya mencapai 34 kabupaten/kota.
"Dari jumlah provinsi juga berkurang, semula 7 provinsi sekarang tinggal 2 provinsi yang menerapkan PPKM level 4 yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," papar Airlangga.
Untuk PPKM level 3 terjadi penambahan, yakni menjadi 314 kabupaten/kota, sebelumnya hanya 303 kabupaten/kota.
Sementara jumlah daerah yang menerapkan PPKM level 2 masih sama dengan periode sebelumnya yaitu 49 kabupaten/kota.
Meski terjadi penurunan jumlah daerah yang menerapkan PPKM level 4, Airlangga meminta masyarakat jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Pandemi belum berakhir. Virus ini tidak mungkin hilang total. Kita hanya bisa mengendalikannya. Meski angka kasus turun, masyarakat diminta tetap waspada. Karena penurunan kasus masih belum merata dan masih bersifat dinamis," tandas Airlangga. (EP)