PLN Dorong UMKM Go Digital Lewat Workshop Katalog Produk Profesional

2026-06-30T22:05:12.000Z

Penulis:Eva Pardiana

PLN Dorong UMKM Go Digital Lewat Workshop Katalog Produk Profesional.jpeg
PLN Peduli bersama Rumah BUMN Bandar Lampung menggelar Workshop UMKM Go Digital pada Selasa (30/6/2026)

BANDAR LAMPUNG – PT PLN melalui program PLN Peduli bersama Rumah BUMN Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Workshop UMKM Go Digital. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) tersebut mengusung tema "Membuat Katalog Produk Profesional dengan Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Kepercayaan Konsumen, Memperkuat Branding, dan Mendorong Minat Beli".

Workshop yang digelar di Rumah BUMN Bandar Lampung itu diikuti puluhan mitra binaan UMKM sebagai upaya memperkuat kemampuan pemasaran digital pelaku usaha.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widiya Nugraha, mengatakan pengembangan kapasitas UMKM merupakan salah satu komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

"PLN tidak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga berkomitmen mendukung pelaku UMKM agar mampu berkembang dan berdaya saing. Melalui Rumah BUMN Bandar Lampung, kami menghadirkan berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Workshop mengenai penyusunan katalog produk profesional ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas pemasaran, memperkuat branding, serta memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha mereka," ujar Rio.

Workshop menghadirkan Pracademic Designer Djadi Satmiko sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun identitas merek melalui katalog produk yang menarik, informatif, dan profesional dengan memanfaatkan teknologi digital yang mudah diterapkan oleh pelaku UMKM.

Selain itu, peserta juga dibekali teknik pengambilan foto produk, penyusunan tata letak, pemilihan elemen visual, hingga penyajian informasi produk yang efektif untuk meningkatkan daya tarik di pasar digital.

"Katalog produk merupakan wajah pertama yang dilihat konsumen sebelum memutuskan untuk membeli. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pelaku UMKM dapat menghadirkan katalog yang lebih menarik, informatif, dan profesional sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat branding usaha. Saya berharap ilmu yang dibagikan hari ini dapat langsung diterapkan oleh para peserta sehingga usaha mereka semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar digital," kata Djadi.

Salah satu peserta, Yeni, pemilik UMKM Asyifa Black Garlic, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya.

"Sebagai pelaku UMKM Asyifa Black Garlic, saya merasakan manfaat besar dari Workshop UMKM Go Digital yang diselenggarakan PLN bersama Rumah BUMN Bandar Lampung. Materi yang disampaikan Bapak Djadi Satmiko membuka wawasan saya bahwa katalog produk yang profesional bukan sekadar menampilkan produk, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen, memperkuat citra merek, dan meningkatkan daya tarik pembelian. Ilmu yang diperoleh sangat relevan dan siap saya terapkan untuk membawa Asyifa Black Garlic semakin berkembang di era digital," ungkap Yeni.

Melalui pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan, PLN berkomitmen menghadirkan ekosistem pembinaan yang mendukung UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing yang semakin baik, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Program tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM sehingga mampu menciptakan usaha yang lebih produktif dan membuka peluang kerja yang lebih luas. (*)