PLN dan BPBD Sosialisasi Desa Siaga Bencana 2026

2026-02-26T13:03:55.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002585074.jpg
Penyerahan bantuan peralatan tanggap darurat oleh Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra kepada Kelurahan Panjang Selatan dalam rangka Program Desa Siaga Bencana 2026.

LAMPUNG SELATAN – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menggelar Sosialisasi Desa Siaga Bencana 2026 di Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir dan rawan banjir.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Desa Siaga Bencana, PLN UID Lampung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan sejumlah peralatan tanggap darurat kepada Kelurahan Panjang Selatan, meliputi 25 unit life jacket, 10 unit headlamp, 5 unit lampu LED emergency tenaga surya, 15 unit ring buoy (pelampung penyelamat), serta 1 unit pompa alkon elektrik 4 inci 5.5 HP merek Tsuzumi.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, menyampaikan bahwa keterlibatan PLN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap bencana. “PLN tidak hanya menghadirkan keandalan listrik, tetapi juga berkomitmen hadir untuk masyarakat dalam situasi darurat. Melalui dukungan peralatan ini, kami berharap Kelurahan Panjang Selatan semakin siap, sigap, dan tangguh menghadapi potensi bencana,” ujar Darma dalam siaran resmi, Kamis (26/2/2026).

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandar Lampung, Sarkoni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat kelurahan. “Kelurahan siaga bencana bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan koordinasi yang baik. Dukungan dari PLN sangat membantu memperkuat kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal saat terjadi bencana,” ungkapnya.

Lurah Panjang Selatan, Hermawan, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN. Ia menyatakan, bantuan dan sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan serta kesiapan bagi masyarakat dan aparatur kelurahan dalam mengantisipasi potensi bencana.

Program TJSL ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11.5 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, yang menargetkan pengurangan signifikan jumlah korban jiwa, masyarakat terdampak, serta kerugian ekonomi akibat bencana hingga tahun 2030, terutama bagi kelompok rentan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai langkah mitigasi, prosedur evakuasi, serta pemanfaatan peralatan keselamatan yang telah diserahkan. Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana. (*)