Penyaluran Pembiayaan UUS Bank DKI Tumbuh 15,81 Persen pada 2022

2023-02-20T16:15:45.000Z

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2022.
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2022.

JAKARTA - Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI mencatatkan kinerja yang positif pada tahun 2022. Hal ini tercermin dari penyaluran pembiayaan syariah sampai dengan Desember 2022 sebesar Rp 7,41 triliun, meningkat 15,81% dibandingkan pada Desember 2021.

Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto mengatakan, sejak tahun 2021, pereseroan telah mengimplementasikan program transformasi 5.0 termasuk dengan penerapan Dual Banking Leverage Model (DBLM) pada tahun 2022.

"Kantor cabang dan kantor cabang pembantu konvensional Bank DKI dapat melayani dan memproses pembiayaan seperti KUR, pembiayaan investasi, modal kerja, ritel dan mikro, serta Konsumer iB, termasuk untuk layanan tabungan, giro, dan deposito, sehingga pertumbuhan kinerja syariah meningkat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 20 Februari 2023.

Romy mengatakan, peningkatan ini sejalan dengan kenaikan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) segmen syariah sebesar Rp 6,38 triliun pada Desember 2022, meningkat 11,56 perse dari Rp 5,72 triliun di Desember 2021.

Atas pencapaian tersebut, Bank DKI menerima penghargaan sebagai Top Sharia Business Unit in KBMI 2 Category pada gelaran 3rd Indonesia Syariah Awards 2023 di Jakarta pada Jumat, 17 Februari 2023.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan jasa keuangan syariah, baik Badan Usaha Syariah (BUS) maupun UUS dengan kinerja keuangan yang baik dan berkontribusi besar terhadap peningkatan inklusi keuangan syariah nasional di tahun 2022.

Adapun aspek utama yang dinilai yaitu pencapaian kinerja bisnis, yang meliputi total aset, liabilitas, ekuitas, laba komprehensif, Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), serta mempertimbangkan tingkat pertumbuhan pendapatan bersih yang dicapai.

Sejalan dengan itu, perusahaan meraih laba bersih senilai Rp 939,11 miliar atau tumbuh 29,11 persen dari tahun 2021. Pertumbuhan tersebut diiringi dengan total aset yang 11,51% menjadi Rp 78,88 triliun dibanding Rp 70,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) di posisi 1,75%, turun dari 2,98% pada Desember 2021. Adapun rasio ROE  tercapai 10,10%, lebih tinggi dari sebelumnya 7,96% di Desember 2021, dan BOPO terjaga di posisi 78,19%.(*)