Pengaruh Pandemi, Transaksi ATM Mulai Ditinggalkan

2022-02-24T20:00:33.000Z

Penulis:Chairil Anwar

Editor:Chairil Anwar

Transaksi ATM Mulai Ditinggal .jpg
Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di salah satu ATM Center di Jakarta, Kamis, 24 Februari 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

BANDAR LAMPUNG — Disrupsi digital dan kehadiran pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir turut memengaruhi kebiasaan nasabah dalam melakukan transaksi. Data terbaru Bank Indonesia (BI) menunjukkan masyarakat semakin mengurangi transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan beralih menggunakan transaksi secara daring.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengemukakan transaksi ekonomi dan keuangan digital terus berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat. Data bank sentral per Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 66,65% secara tahunan mencapai Rp34,6 triliun. Sementara itu, nilai transaksi digital banking meningkat 62,82% secara tahunan menjadi Rp4.314,3 triliun.

Merujuk pada data bank sentral, nilai transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debet, dan kartu kredit memang masih mengalami pertumbuhan, tetapi tidak sebesar transaksi digital. Selain itu, BI juga mencatat transaksi melalui QRIS terus meningkat sejalan dengan akseptasi masyarakat baik secara nominal maupun volume masing-masing 290% YOY dan 326% YOY.  (RIL) 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Ismail Pohan pada 24 Feb 2022