Pemkab Lamsel Perkuat Toleransi Lewat Dharma Santi Umat Hindu

2026-04-09T20:15:04.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Pemkab Lamsel Perkuat Toleransi Lewat Dharma Santi Umat Hindu.jpeg
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu di Aula Pendopo Lamban Rakyat, Kamis (9/4/2026).

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu di Aula Pendopo Lamban Rakyat, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kerukunan, terlebih perayaan Nyepi tahun ini beriringan dengan bulan suci Ramadan, yang mencerminkan harmonisasi kehidupan beragama di Lampung Selatan.

Acara dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Ketua TP PKK Zita Anjani, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Supriyanto, serta Ketua DPW Ratna Yanuana.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Erdiyansyah, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Selatan, Made Sugriwa, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap umat Hindu. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dalam pembangunan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah menjadi bukti bahwa umat Hindu menjadi bagian dari pembangunan Lampung Selatan,” ujarnya.

Ia juga menilai tema Nyepi tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Momentum Nyepi yang beriringan dengan Ramadan menunjukkan indahnya toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Lampung Selatan,” tambahnya.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu serta menegaskan makna Dharma Santi sebagai sarana mempererat persaudaraan.

“Dharma Santi adalah jembatan hati, manifestasi ajaran luhur untuk merajut kembali persaudaraan,” kata Egi.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Bali di Lampung Selatan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai tradisi.

“Saya bangga melihat masyarakat Bali yang mandiri, pekerja keras, dan tetap teguh memegang adat istiadat. Inilah kekuatan kita, modernitas dalam bingkai tradisi,” ujarnya.

Selain itu, Egi menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya Bali sebagai bagian dari kekayaan daerah sekaligus potensi pengembangan pariwisata.

“Teruslah melestarikan seni dan budaya. Jangan biarkan identitas budaya luntur. Seni budaya Bali adalah kekuatan karakter dan daya tarik wisata Lampung Selatan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat. Mari kita perkuat persatuan demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antarumat beragama serta memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat Lampung Selatan. (*)