OJK Tunjuk Imelda Sebayang Sebagai Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

2023-05-26T09:34:29.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Director, Country Head of Securities Services Citibank N.A Indonesia, Imelda Sebayang sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk masa jabatan 2023-2027.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Director, Country Head of Securities Services Citibank N.A Indonesia, Imelda Sebayang sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk masa jabatan 2023-2027.

BANDARLAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Director, Country Head of Securities Services Citibank N.A Indonesia, Imelda Sebayang sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk masa jabatan 2023-2027

Penunjukan itu berdasarkan hasil Pemegang Saham (RUPS) Tahunan KSEI, Kamis (25/5/2023).

CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, Imelda memiliki rekam jejak yang cemerlang selama berkiprah di Citibank Indonesia.

"Terpilihnya Imelda menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/5/2023).

Imelda telah bekerja di industri perbankan selama lebih dari 27 tahun, termasuk sepuluh tahun terakhir di Citibank Indonesia dari tahun 2013 hingga 2023, dengan jabatan terakhir sebagai Director, Country Head of Securities Services.

Imelda dinilai berhasil menciptakan service excellence, mewujudkan kepedulian atas risiko dan perbaikan yang berkesinambungan, dengan tercapainya peningkatan kualitas di hampir seluruh aspek pelayanan dan produk Bank Kustodian Citibank Indonesia.

Dia juga telah menjadi pemimpin di industri dengan menjabat sebagai ketua Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI) pada periode 2021-2024. Imelda mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh OJK beserta para pemegang saham KSEI.

"Semoga saya beserta jajaran KSEI yang baru dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas pasar modal Indonesia untuk mewujudkan potensinya sebagai negara dengan PDB terbesar di Asia Tenggara melalui rangkaian inisiatif dan inovasi baru yang kami rencanakan," ungkapnya.(*)