Penulis:Chairil Anwar

Kabarsiger.com, Bandar Lampung - Di tengah mewabahnya COVID-19, IPC Panjang terus memberikan layanan prima kepada para pengguna jasa dengan pelayanan 24 jam setiap harinya. Pelayanan tersebut didukung sistem operasional berbasis digital untuk menjamin rantai logistik nasional di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tetap berjalan.
Sesuai dengan fase pengembangan perusahaan pada tahun 2020 sebagai World Class Port Operator, IPC Panjang telah menerapkan pelayanan operasional kapal dan barang secara digital, diantaranya AIS (Automatic Identification System), SIMOPEL (Sistem Management Operasi Pelayanan), VMS (Vassel Management Sistem), ERMS (Equipment Report management system), dan NPKTOS (Non Petikemas Terminal Operation Sistem).
Ada pula MOS (Marine Operating Sistem), Executive Dashboard Operation, OPUS, E-Service, E-Invoice dan Informasi BMKG termasuk layanan Autogate di Terminal Petikemas yang terintegerasi dengan Sistem Informasi Bea dan Cukai yang semuanya termonitor di dalam control room serta aplikasi-aplikasi lainya yang telah diterapkan di IPC Panjang.
"Layanan operasi secara digital mempermudah pelayanan jasa kepelabuhanan. Para pengguna jasa cukup dari kantornya dapat mengakses sistem informasi tersebut tanpa kontak langsung dengan petugas operasional IPC Panjang dan dapat memonitor pelayanan operasi yang diberikan secara real time sehingga layanan lebih efektif dan efisien," ujar GM IPC Panjang, Drajat Sulistyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2020).
Drajat memastikan saat ini IPC Panjang siap dan mampu untuk terus memberikan pelayanan dengan normal di tengah mewabahnya COVID-19 di Indonesia. Menurutnya kegiatan operasional di Pelabuhan Panjang hingga saat ini tetap berjalan normal dengan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi semua pekerja di Pelabuhan Panjang termasuk Pekerja IPC Panjang, baik yang bekerja di Kantor (WFO) maupun yang berkerja di rumah (WFH). (*/VA)