KKI 2026 Catat Penjualan Rp144,2 Miliar, UMKM Tembus Pasar Global

2026-08-24T16:44:07.000Z

Penulis:Yunike Purnama

UMKM asal Lampung yang ikut serta dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia.
UMKM asal Lampung yang ikut serta dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia.

JAKARTA — Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dalam mendorong UMKM Indonesia naik kelas. Hingga 22 Agustus 2026, gelaran yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut membukukan penjualan sementara Rp144,2 miliar, melonjak 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Tak hanya transaksi domestik, geliat UMKM juga semakin terlihat di pasar global. Business matching (BM) ekspor KKI 2026 mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dengan calon pembeli dari 16 negara. Sementara itu, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Capaian tersebut menjadi sinyal semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan KKI tidak sekadar menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8).

KKI 2026 mengusung pengembangan UMKM yang berorientasi pada dampak melalui kolaborasi, penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, inovasi merek lokal oleh generasi muda, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Gelaran ini melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM tampil secara luring dengan membawa beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Kekuatan KKI juga ditopang kolaborasi 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar turut diperkuat melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

UMKM Lampung Cetak Transaksi Rp4,65 Miliar

Kontribusi terhadap KKI 2026 juga datang dari Lampung. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung membawa 15 UMKM binaan/mitra dari berbagai sektor, mulai dari wastra, ready to wear, kopi, teh, hingga makanan dan minuman olahan.

Keikutsertaan tersebut diwujudkan melalui tiga rangkaian kegiatan, yakni pameran luring di Jakarta International Convention Center (JICC), pameran daring melalui laman resmi KKI, serta business matching ekspor.

Hasilnya cukup menggembirakan. Selama empat hari pameran luring, enam UMKM sektor wastra dan ready to wear berhasil mencatatkan realisasi penjualan Rp2,42 miliar, meningkat 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara pameran daring yang diikuti seluruh 15 UMKM binaan/mitra KPwBI Lampung berhasil membukukan penjualan Rp2,23 miliar.

Ke-15 UMKM tersebut yakni Soleha Tapis Collection, Exclusive Tapis Ruwa Jurai, Nabila, House Tapis Citra, Sekura Art, Jan Ayu, Dr. Koffie Jaya Raya, Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, Si Bintang Buah, Banabee, PT Oleh Shinta Lampung, Ternatea, PT Aneka Coklat Kakao (Krakakoa), dan Rafins Snack.

Tak berhenti pada transaksi penjualan, tujuh UMKM binaan/mitra Lampung yang mengikuti business matching ekspor juga berhasil mengantongi Letter of Intent (LoI) senilai Rp1,94 miliar.

LoI tersebut berasal dari calon pembeli di Tiongkok, Taiwan, dan Amerika Serikat, memperlihatkan peluang produk UMKM Lampung untuk semakin kompetitif di pasar internasional.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti hasil pendampingan KPwBI Provinsi Lampung dalam mendorong UMKM berorientasi ekspor dan memiliki daya saing global.

Cangkir Barista dan Citra Nusa Perkuat Talenta Daerah

Pengembangan UMKM dalam KKI 2026 juga menyentuh aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan potensi ekonomi daerah.

Melalui program Cangkir Barista, Bank Indonesia mendorong pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi para barista. Tahun ini, program tersebut menghasilkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit.

Sementara Citra Nusa difokuskan pada penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, serta pengembangan produk yang berorientasi ekspor. Program ini menghasilkan lima juara terbaik dan tiga juara terfavorit.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara UMKM, masyarakat, pemerintah, industri, lembaga keuangan, pembeli global, dan mitra strategis pun akan terus diperluas agar produk-produk Indonesia semakin mampu bersaing di pasar dunia.

Aida pun mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran dengan mencintai dan menggunakan produk UMKM Indonesia.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” pesannya.

Mengusung semangat “Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama”, KKI 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang tahunan, melainkan menjadi gerakan bersama untuk membawa karya terbaik UMKM dari seluruh penjuru Indonesia semakin dikenal, dicintai, digunakan masyarakat, sekaligus menembus pasar global.(*)