Kepala BPS RI dan Gubernur Lampung Perkuat Komitmen Sukseskan SE2026

2026-06-28T06:58:49.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Kepala BPS RI dan Gubernur Lampung Perkuat Komitmen Sukseskan SE2026.jpeg
Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menggelar Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Lapangan KORPRI Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (27/6/2026).

BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menggelar Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Lapangan KORPRI Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Apel siaga dipimpin Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal, Kepala BPS Provinsi Lampung beserta Kepala BPS kabupaten/kota se-Lampung, asosiasi pengusaha, serta perwakilan petugas lapangan SE2026.

Dalam sambutannya, Amalia menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Ia juga mengapresiasi Gubernur Lampung yang telah memberikan teladan dengan berpartisipasi sebagai responden sensus.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar dan lengkap guna menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.

Amalia menegaskan, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan investasi strategis bagi pembangunan.

"Sensus Ekonomi ini adalah investasi pengetahuan. Investasi untuk menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi daerah. Investasi untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berdasarkan fakta dan data, bukan berdasarkan asumsi atau perkiraan," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Provinsi Lampung memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu didata secara menyeluruh agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Rahmat menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung pelaksanaan SE2026 yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali.

"Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi Lampung pada tahun-tahun mendatang," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 karena keberhasilan sensus merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BPS.

"Melalui Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama ini, mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Karena data yang kuat adalah fondasi Indonesia yang kuat," kata Rahmat.

Amalia menambahkan, hasil SE2026 tidak hanya menghasilkan angka statistik, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Ia juga berpesan kepada seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab karena memiliki peran penting dalam memotret kondisi perekonomian daerah.

"Setiap langkah petugas Sensus Ekonomi di lapangan bukan sekadar mendata, tetapi merupakan amanah besar untuk menghadirkan potret perekonomian Lampung secara utuh. Kalian bukan hanya pengumpul data, tetapi pejuang data yang hasil kerjanya akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Lampung dan Indonesia," ujar Amalia. (*)