Indonesia Disebut Miliki Peluang Jadi Pemasok Komponen Kendaraan Listrik Global

2023-09-07T17:39:41.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Ilustrasi kendaraan listrik
Ilustrasi kendaraan listrik

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dalam diskusi daring Tantangan dan Peluang Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia pada 6 September 2023 mengungkap Indonesia memiliki peluang menjadi pemasok global Komponen kendaraan listrik global.

Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh, menyebutkan peluang tersebut bisa direalisasikan dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun. Namun, peluang tersebut dapat direalisasikan jika Indonesia mau untuk fokus melakukan penataan hulu ekosistem industri dalam negeri salah satunya yang berhubungan dengan penyediaan bahan baku kendaraan listrik.

Kukuh mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor material seperti baja, bahan baku baterai, dan elemen lainnya. Kukuh juga menekankan pentingnya mengembangkan ekosistem tersebut secara lebih lanjut sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian dari rantai pasok global dalam industri kendaraan listrik.

Kondisi tersebut harus dipertimbangkan karena adanya persaingan ketat dengan Thailand dalam sektor industri dan pemasaran kendaraan bermotor khususnya di kawasan ASEAN.

GAIKINDO mencatatkan produksi kendaraan bermotor Thailand jauh melebihi produksi di Indonesia pada periode September 2021. Tercatat Thailand mampu memproduksi sejumlah 1,2 juta unit kendaraan bermotor sementara Indonesia hanya mampu memproduksi 794.000 unit saja.

“Produk kendaraan listrik nasional Indonesia belum bisa masuk pasar Australia karena belum sesuai standar. Tantangannya adalah ekosistem industri kita yang masih diandalkan impor besi,” sebut Kukuh dikutip dari Antara.

Namun secara prinsip, peluang Indonesia untuk menjadi pemasok komponen kendaraan listrik sangat terbuka. Kukuh menyebutkan, tidak hanya menjadi pemasok komponen, Indonesia bahkan memiliki peluang untuk memproduksi kendaraan listrik itu sendiri.

Hal tersebut didorong dengan sejumlah komponen utama pembuatan mobil listrik seperti biji besi dan nikel sangat melimpah di Indonesia. Ditambah lagi dengan adanya dukungan pemerintah untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dengan menerbitkan berbagai regulasi.(*)