HPN 2026, Jasa Raharja Ajak Jafren Bergerak Bersama Jaga Keselamatan

2026-09-05T15:20:14.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Jasa Raharja Catat Fatalitas Kecelakaan Turun, Gerakan Keselamatan Digencarkan.
Jasa Raharja Catat Fatalitas Kecelakaan Turun, Gerakan Keselamatan Digencarkan.

JAKARTA – Upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mulai menunjukkan hasil. Hingga Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang tercatat dalam cakupan intervensi Jasa Raharja turun 4,59 persen, atau berkurang 329 korban dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu perhatian PT Jasa Raharja dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026. Perusahaan tidak hanya menempatkan momentum tersebut sebagai ajang meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga mengajak masyarakat ikut bergerak membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

Semangat itu dikemas melalui kegiatan “Jasfren Peduli: Melayani Sepenuh Hati, Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri” yang digelar di QQ Kopitiam, Menteng, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan dikemas dalam bentuk sharing session dan talkshow. Jasa Raharja juga memberikan helm berstandar SNI kepada masyarakat wajib pajak serta mengunjungi korban kecelakaan yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali mendengar kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Bagi Jasa Raharja, pelanggan yang kami sebut Jasfren bukan hanya orang yang menerima layanan. Jasfren adalah alasan kami terus memperbaiki diri.”

Menurut Awaluddin, Jasa Raharja ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, sekaligus memberikan rasa aman ketika membutuhkan bantuan.

Namun, pelayanan kepada korban kecelakaan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Jasa Raharja juga berupaya mendorong masyarakat agar tidak sekadar menjadi penerima layanan, tetapi ikut berperan dalam mencegah kecelakaan.

Semangat tersebut dirangkum dalam gerakan “One Movement, Many Communities, One Safety Purpose”.

“Setiap hari adalah hari pelanggan. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar merasakan bahwa negara hadir ketika mereka membutuhkan,” ujar Awaluddin.

Keselamatan Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Awaluddin menegaskan, penurunan fatalitas kecelakaan tidak boleh membuat semua pihak lengah. Budaya tertib berlalu lintas harus terus dibangun karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus diperkuat melalui peran aktif seluruh masyarakat,” katanya.

Jasa Raharja sendiri melakukan berbagai program intervensi di titik-titik rawan kecelakaan. Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menekan kemungkinan korban meninggal dunia.

Pendekatan keselamatan juga diperluas melalui komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam talkshow yang dipandu Mpok Caca, dibahas berbagai isu mulai dari transformasi pelayanan Jasa Raharja, pengalaman masyarakat saat mengakses layanan, pemanfaatan kanal digital, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ, hingga pentingnya perilaku tertib berlalu lintas.

Bripda Ananda Rafi, anggota kepolisian sekaligus kreator konten, turut hadir membagikan pengalaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keselamatan.

Pendekatan komunikasi yang ringan dan relevan dinilai penting agar pesan keselamatan tidak berhenti sebagai imbauan formal, tetapi dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat, khususnya anak muda.

Teknologi Didorong Bikin Pelayanan Makin Mudah

Di sisi pelayanan, Jasa Raharja terus memperkuat transformasi digital dan integrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri dan rumah sakit.

Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai kecelakaan diterima lebih cepat sehingga proses verifikasi dan pemberian pelayanan kepada korban dapat segera dilakukan.

Jasa Raharja juga memperkuat akses informasi melalui aplikasi Jasfren. Melalui kanal tersebut, masyarakat, khususnya korban luka yang mendapatkan perawatan, dapat memperoleh informasi awal mengenai kecelakaan serta memeriksa detail surat jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.

Awaluddin menegaskan, digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses manual ke dalam sistem digital. Teknologi harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Teknologi bukan sekadar memindahkan proses manual menjadi digital. Ukuran utamanya adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat pelayanan lebih mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi Jasfren,” tambahnya.

Jasfren Peduli Menjangkau Berbagai Daerah

Semangat Jasfren Peduli juga tidak hanya berlangsung di Jakarta. Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja menggelar berbagai kegiatan pelayanan dan kepedulian di sejumlah wilayah kerja.

Di antaranya dengan membagikan helm keselamatan kepada wajib pajak di kantor Samsat sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas.

Jasa Raharja juga hadir secara langsung menjenguk serta memberikan dukungan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan tidak berhenti ketika masyarakat datang ke kantor atau membutuhkan administrasi. Di balik layanan tersebut, ada upaya untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan kepentingan semua orang.

Melalui Jasfren Peduli, Jasa Raharja ingin menggabungkan dua hal sekaligus: memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan dan mengajak masyarakat mengambil bagian dalam mencegah kecelakaan.

Sebab, semakin kuat budaya keselamatan dibangun bersama, semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa di jalan raya.(*)