Gencar Dorong Inklusi Keuangan, BRImo BRI Tumbuh 87,76 Persen

2023-08-10T14:34:45.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi logo BRI
Ilustrasi logo BRI

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau Bank BRI terus berkomitmen mendorong inklusi keuangan. Hal itu berdampak positif pada jumlah transaksi pada BRImo yang tumbuh sekitar 87,76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Digital & Teknologi Informasi Bank BRI, Arga M. Nugraha mengatakan kinerja BRImo per Mei 2023, telah digunakan lebih27,2 juta pengguna dengan jumlah transaksi finansial mencapai 1,1 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut juga diiringi kenaikan nilai transaksi yang tajam, yaitu menembus Rp1.547 triliun atau tumbuh sekitar 76,3% secara tahunan.

Menurutnya, inklusi keuangan sebagai salah satu penunjang kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses lembaga, produk, dan jasa keuangan formal. Pasalnya, melalui digitalisasi dan kolaborasi telah terbukti meningkat terlebih saat menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

“Ada dorongan yang luar biasa pada saat masa pandemi untuk memperkuat digitalisasi. Kami sangat merasakan hal ini dan Alhamdulillah saya rasa kami cukup adaptif ke arah tersebut," kata Arga dikutip dari keterangan resmi, Kamis 10 Agustus 2023. 

"Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan transaksi yang terjadi. Rasanya perlu kami riding this wave karena ini momen yang pas untuk bisa terus mengedepankan digitalisasi terutama dengan tujuan mendukung financial inclusion," lanjutnya.

Kenaikan Agen 

Selain itu, peningkatan kinerja dibukukan oleh bisnis AgenBRILink. Tercatat Mei 2023 jumlah agen telah mencapai sekitar 660.676 agen. Bahkan, AgenBRILink mencatatkan pendapatan nonbunga sebesar Rp606 miliar dan mampu menghimpun dana murah atau CASA hingga mencapai Rp19 triliun.

"Kami coba lakukan tidak hanya untuk unit kerja kami saja, namun kami mencoba mengoptimalkan jaringan fisik yang terdigitalisasi (dalam hal ini outlets kami) dan juga dengan AgenBRILink,” ujarnya.

"Dengan demikian, BRI bisa menjadi yang terdepan dan secara aktif merealisasikan aspirasi pemerintah agar inklusi keuangan mencapai tingkat 90% pada 2024," tambah Arga.

Seperti yang diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam survei 2022 menyebut tingkat inklusi sudah mencapai 85,10% dan tahun ini diharapkan menembus 88%.

“Hal ini untuk menjawab tantangan yang harus dihadapi oleh BRI terkait pemanfaatan data yang begitu besar untuk menumbuhkan kinerja. Karena kami menyadari mayoritas nasabah BRI adalah UMKM yang perlu edukasi dan sosialisasi untuk pemanfaatan teknologi perbankan secara khusus," jelas Arga.

Kolaborasi

Pihaknya juga menjelaskan, dalam peningkatan inklusi keuangan, kolaborasi menjadi hal yang dikedepankan BRI. Dalam mendukung langkah strategis tersebut BRI memiliki BRIAPI.

Sebagai informasi, platform tersebut menghubungkan aplikasi pihak ketiga dengan nasabah BRI menggunakan teknologi Application Programming Interface (API). Ini bertujuan untuk mengintegrasikan data perbankan dengan data yang ada di aplikasi.

“Kolaborasi menghasilkan combined services dan kami memiliki nasabah yang sangat heterogen dan produk serta layanan perbankan yang luar biasa," ungkap Arga.

BRIAPI sendiri, sudah memiliki 766 partner per kuartal I-2023. Pada periode tersebut, kerja sama di BRIAPI menghasilkan fee-based income (FBI) yang tumbuh 73,2% secara tahunan. Lalu, jumlah transaksi mencapai 117,5 juta, atau naik sekitar 22,4% secara tahunan. Adapun untuk sales volume mencapai Rp111,4 triliun.

"Partners kami akan bisa lebih luar biasa lagi memanfaatkan itu dengan meng-combine services yang kami miliki sehingga bisa menjawab tantangan-tantangan nasabah yang sangat unik, yang melayani niche market-nya masing-masing," pungkas Arga.(*)