BPS Lampung
Penulis:Eva Pardiana
Editor:Eva Pardiana

BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kinerja ekonomi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Lampung terbaru, Rabu (11/2/2026), ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,28 persen (year-on-year), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,57 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp523.846,54 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp296.420,65 miliar.
Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,83 persen, disusul Jasa Lainnya 7,38 persen, Transportasi dan Pergudangan 7,32 persen, serta Industri Pengolahan 6,32 persen.
Meski demikian, struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor tradisional. Empat sektor utama berkontribusi sebesar 69,67 persen terhadap total PDRB, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 26,90 persen; Industri Pengolahan 19,11 persen; Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 14,36 persen; serta Konstruksi 9,30 persen.
Di sisi lain, terdapat dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 3,05 persen serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,17 persen.
Secara tahunan, ekonomi Lampung pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,54 persen (y-on-y), meningkat dibandingkan triwulan III-2025 yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini terjadi pada sektor Jasa Keuangan yang tumbuh 16,46 persen.
Namun secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Lampung mengalami kontraksi sebesar 3,05 persen. Ahmadriswan menjelaskan, kontraksi tersebut merupakan fenomena musiman akibat penurunan produksi sektor pertanian pasca panen raya.
“Kontraksi pada triwulan keempat merupakan hal yang wajar, karena sektor pertanian sebagai penopang utama mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen setelah masa panen raya pada triwulan sebelumnya,” ujarnya.
Meski sektor pertanian melandai, sektor Jasa Lainnya tetap mampu tumbuh 9,53 persen secara q-to-q.
Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025. Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,20 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 5,28 persen.
Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 62,61 persen dan tumbuh 4,94 persen. Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi satu-satunya komponen yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,13 persen.
Secara regional, Provinsi Lampung menyumbang 9,98 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera sepanjang 2025. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen, Lampung menempati peringkat ketiga tertinggi di Sumatera, di bawah Kepulauan Riau yang tumbuh 6,94 persen dan Sumatera Selatan 5,35 persen, serta berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera yang tercatat 4,81 persen. (*)