Itera–Pemprov Lampung Matangkan Operasional Smart BRT

Eva Pardiana - Rabu, 04 Februari 2026 16:39
Itera–Pemprov Lampung Matangkan Operasional Smart BRTPersiapan pengoperasian Smart BRT Itera dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bus BRT Itera untuk Transportasi Lampung Maju” yang digelar di Ruang Rapat Gedung C Itera, Rabu (4/2/2026). (sumber: Humas Itera)

LAMPUNG SELATAN – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan persiapan pengoperasian Smart Bus Rapid Transit (BRT) Itera yang akan melayani rute Kampus Itera–Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung. Layanan ini dirancang sebagai moda transportasi massal yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung.

Smart BRT Itera mengadopsi teknologi digital, mulai dari aplikasi pemantau posisi bus secara real-time, sistem pembayaran non-tunai, hingga fasilitas WiFi dan pengamanan penumpang melalui pemasangan CCTV di dalam bus. Layanan ini terbuka bagi mahasiswa, dosen, pegawai Itera, serta masyarakat umum, dengan tarif yang direncanakan sebesar Rp5.000 per perjalanan.

Persiapan pengoperasian Smart BRT Itera dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bus BRT Itera untuk Transportasi Lampung Maju” yang digelar di Ruang Rapat Gedung C Itera, Rabu (4/2/2026). FGD tersebut dihadiri Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung, serta perwakilan Bappeda, BPKAD, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dan pemangku kepentingan terkait.

Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan bahwa Itera siap berkontribusi dalam menghadirkan layanan transportasi publik modern bagi mahasiswa dan masyarakat Lampung. Bus yang dihibahkan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Lampung kepada Itera, kata dia, telah dirancang sebagai Smart BRT dan siap dioperasikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan mengapresiasi peran Itera sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kontribusi Itera tidak hanya dalam penyediaan sumber daya manusia, tetapi juga dalam perumusan kebijakan publik berbasis kajian akademik, termasuk di sektor transportasi.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan Smart BRT Itera sebagai proyek percontohan transformasi transportasi publik di Lampung. Marindo menilai FGD ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dengan mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem pemikiran yang konstruktif.

Ia menambahkan, transportasi publik merupakan instrumen kunci dalam transformasi wilayah karena berkaitan langsung dengan produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, penataan ruang perkotaan dan kawasan pendidikan, hingga pencapaian target pembangunan berkelanjutan serta pengendalian emisi.

Dalam paparannya, dosen Teknik Sipil Itera sekaligus penanggung jawab Smart BRT Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi, S.T., M.T., menjelaskan aspek kelayakan operasional dan finansial, serta penerapan sistem transportasi bus. Smart BRT Itera didukung aplikasi layanan, sistem pelacakan bus dan pemetaan halte secara real-time, serta pembayaran non-tunai berbasis kartu. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam sistem manajemen yang dapat dikendalikan melalui laman admin untuk memastikan operasional berjalan efektif dan terawasi.

Melalui pengembangan Smart BRT, Itera berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Transportasi Lampung Maju berbasis inovasi dan teknologi. (*)

RELATED NEWS