BCA Digital Segera Luncurkan Fitur Pinjaman untuk Segmen Ritel

2023-01-31T05:51:29.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi aplikasi blu by BCA Digital
Ilustrasi aplikasi blu by BCA Digital

JAKARTA - PT Bank BCA Digital menargetkan bisa meraih keuntungan atau laba bersih pada tahun ini. Hal tersebut sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) tahun 2023 yang diharapkan bisa meraih profit.

Head of Digital Business BCA Digital Edwin Tirta mengatakan, saat ini perseroan fokus mendapatkan nasabah yang tidak hanya menabung, tetapi juga aktif melakukan transaksi. Kedua, tahun ini perseroan akan fokus ke lending (pinjaman) business setelah tahun lalu fokus di funding business.

"Ada salah satu produk lending business akan rilis ke market. Segmennya ritel, tapi dari tahun lalu kita sudah fokus di channeling, joint financing, dan sebagainya. Saya belum bisa kasih tau sekarang," kata Edwin dikutip Selasa, 31 Januari 2023.

Edwin mengatakan, tahun lalu sempat ada kerugian ratusan miliar, namun pihaknya dapat mengurangi kerugian tersebut hingga kurang dari Rp100 miliar. Dirinya berharap hal tersebut tidak terulang lagi pada tahun ini.

Adapun produk yang menjadi andalan dari BCA Digital untuk menopang pertumbuhan bisnis perseroan yakni produk dari beberapa kolaborasi yang telah dilakukan. Seperti dengan Blibli, Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) dan MRT Jakarta.

Selain itu secara fitur kami juga sengaja membaginya, kami melihat market di Indonesia kecendrungan kalau tidak sengaja membagi mana rekening yang buat transaksi dengan rekening yang menabung. Dari Blu sendiri membagi ada yang buat transaksi namanya Blu Account ada yang buat menabung Blu Saving dan Blu Deposit. Itu menjadi uniknya kita," pungkasnya.

Selain laba, BCA Digital menargetkan nasabah BCA Digital tembus 2 juta nasabah pada 2023. Adapun jumlah penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari BCA Digital telah mencapai Rp 6,85 triliun per akhir 2022.

Tahun ini ditargetkan DPK BCA Digital mencapai Rp 11 triliun. Kemudian portofolio kredit perusahaan telah mencapai Rp3,24 triliun pada 2022. Sementara tahun ini target kredit sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp3,2 triliun.(*)